KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Saat ini masih ada 60% aset Pemkab Tulungagung yang belum memiliki sertifikat, dari 1881 aset yang ada, baru 40% yang telah memiiki sertifikat.
[irp]
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo yakin target 60% bisa diselesaikan paling lama di penghujung tahun 2023 mendatang.
"Kita optimis, 2023 bisa tercapai apalagi BPN telah memiliki scanner untuk mempercepat kerjanya,"ujarnya.
Kendala yang sering ditemui saat ini dalam hal proses sertifikasi adalah kesulitan mendapatkan dokumen awal penyerahan aset, apalagi aset diserahkan di periode yang sudah lama sekali.
"Itu penyerahannya tahun 70an dan diserahkan oleh orang orang tuanya, sekarang pas sampai ke keturunanya pada bingung saat ditanya dokumen penyerahan dan lain lain,"ucapnya.
Optimisme yang sama juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertahanan Negara (BPN) Provinsi Jatim, Jonahar yang ditemui di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, pada Senin (23/08) kemarin.
Jonahar menyebut, capaian Kabupaten Tulungagung dalam sertifikasi PTSL tahun 2021 ini ada di peringkat 8 besar kabupaten se Jawa Timur.
"Ini bukan hanya kerja BPN saja,perlu keseriusan banyak pihak termasuk Pemkab, Forkopimda dan lain lain,"jelasnya.
Begitu juga dengan sertifikasi aset daerah, pihaknya bersama dengan Pemkab Tulungagung menargetkan tahun 2022 mendatang 300 aset milik Pemkab Tulungagung bisa tersertifikasi, kemudian di tahun 2023 mendatang, ditargetkan 319 aset milik Pemkab tersertifikasi.
Pihaknya menyebut target tahun 2023 tersebut adalah target paling lambat, sehingga bukan tidak mungkin jika ada akselerasi percepatan maka sebelum tenggat waktu tersebut, target bisa terpenuhi.
"Itu target paling lama,kalau ada akselerasi , kita yakin bisa selesai lebih cepat," pungkasnya. (bro)
Editor : Iman