KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo bakal ditutup. Pasalnya, jalan setempat dinilai menjadi biang keladi terjadinya kerumunan.
[irp]
"Kami sudah putuskan untuk ditutup. Sudah bersurat ke Bupati dan semoga di-acc. Sabtu dan minggu ditutup," ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis, Rabu (25/8/2021).
Selain itu, lampu merak yang dituding menjadi magnet massa juga akan dimatikan. Untuk lampu malam tidak akan dinyalakan pada malam hari.
"Khusus malam Minggu, dari Sabtu sore lampu tidak akan dinyalakan. Itu sudah keputusan," katanya.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi kerumunan di Jalan HOS Cokroaminoto. Apalagi saat ini kondisi pandemi Covid-19 di bumi reog belum ada perkembangan yang lebih baik.
"Sebelumnya kan level 3 PPKM-nya. Sudah 2 pekan itu, tapi sekarang kembali ke level 4," jelasnya.
Selanjutnya, Kapolres mengaku tak segan melakukan pembubaran jika masih ada kerumunan massa di Jalan HOS Cokroaminoto. Pasalnya sesuai aturan tidak ada mobilitas setelah pukul 20.00 WIB. "Lampu menjadi salah satu magenet. Makanya diminimalisir, kalau dimatikan tidak datang, saya sarankan jam 6 dimatikan, ramainya Sabtu malam Minggu," pungkasnya.
Sebelumnya, lampu yang menghiasi Menara Merak di Jalan HOS Cokroaminoto, Ponorogo menarik perhatian warga Bumi Reog hingga menimbulkan kerumunan. Video antusiasme warga itu pun viral di media sosial (medsos).
Dalam video berdurasi 21 detik yang diposting salah satu akun Instagram pada Sabtu (21/8/2021), tampak warga berkerumun sambil mengabadikan ikon baru di Bumi Reog tersebut melalui ponselnya. Postingan itu mendapat respon beragam dari warganet. Ada yang menyambut baik destinasi itu, dan juga ada yang menanyakan tindakan pemerintah daerah atas kerumunan di tengah pandemi Covid-19.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono menyebut bahwa kerumunan di Jalan HOS Cokroaminoto merupakan bentuk respon masyarakat, yang senang dengan perkembangan pembangunan yang ada. "Sebenarnya Pak Bupati arahnya bagaimana sumbu ekonomi biar ada perputaran," ujar Agus, Senin (23/8/2021). (nul)
Editor : Fauzy Ahmad