KLIKJATIM.Com | Gresik - Penolakan warga Bawean untuk pembangunan Tambak Udang terus menguat. Kini warga Dusun Telukkemur Desa Kepuhteluk Kecamatan Tambak Pulau Bawean membentangkan spanduk penolakan rencana cabang Tambak udang dari CV Arkhaq Putra di sepanjang jalan masuk Dusun.
[irp]
Pembentangan spanduk penolakan ini diketahui sejak Rabu, (18/8) oleh warga Dusun Telukkemur dan Dusun Pasiroanjang. Dan sejak itu juga para makelar pembeli tanah warga setempat tidak lagi berkeliling mencari tanah warga setempat.
“Alhamdulillah sejak ada spanduk dari warga para makelar sudah jarang ditemukan warga. Kami warga disini mayoritas pesisir antisipasi dengan pembangunan itu bisa dimiliki orang luar Pulau Bawean. Masa depan pantai Pulau Bawean. Lingkungan di bibir pantai. Kami takut seperti Pulau Karimun, bibir pantai mayoritas dimiliki non warga Karimun,” ungkap tokoh masyarakat Telukkemur yang enggan disebut namanya.
Menurutnya, warga sebenarnya tidak mempermasalahakan jika pihak pengusaha Tambak mengontrak atau sistem sewa untuk pembuatan Tambak. “Kalau mau sewa atau kontrak kami siap,” imbuhnya.
Lanjut sumber tokoh masyarakat itu, pihaknya bersama warga akan siap membawa massa yang lebih besar jika tetap ada aktivitas pembangunan Tambak tetap dilakukan. “Mulai dari teman mahasiswa, aktivis konservasi, dan warga siap,” tegasnya.
Informasi yang berkembang, ada sebagian tanah warga yang terjual karena pemilik bukan lagi warga setempat melainkan sudah menetap dan warga Malaysia.
“Disini pengusaha mengalami kesulitan, infonya akan membangun di Dusun Dedawang Desa Telukjatidawang,” tandasnya.
Penolakan juga datang dari kalangan aktivis mahasiswa. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bawean menolak tegas pembangunan tambak udang di Dusun Telukkemur.
Para mahasiswa juga memasang spanduk poster serupa warga setempat melok keras pembangunan udang.
“Mengacu pada keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengandalian pencemaran air,” ungkap Tabranir Ridho perwakilan PMII Bawean.
Selain itu, Ridho bersama mahasiswa Bawean sudah melakukan kajian tentang dampak buruk bagi ekologis yang mengganggu biota laut.
“Yang nantinya berimbas kepada kesulitan masyarakat mencari ikan, karena air laut kotor. Mengeluarkan bau yang tidak sedap, dan jika mengenai kulit akan menyebabkan gatal-gatal,” tegas Ridho.
Terpisah Pengelola Tambak Udang Vanamei CV Arkhaq Putra Muhammad Ishadul Khaq mengatakan, sejauh ini lahan yang sudah terbeli 70�ri rencana pembangunan. “Kita akan tetap lanjut sampai lahan terbeli, 70 % lahan sudah terbeli,” ungkapnya di Lokasi, Senin (23/8/2021).
Ishadul menegaskan, dengan pembangunan tambak ini juga bisa meminimalisir banjir tahunan di area persawahan Telukkemur. “Sedangkan untuk limbah, kalau berbahaya kenapa masih banyak orang mencari ikan di sekitar area tambak udang di Kepuh Legundi. Dan belakang area Tambak juga ada tanaman mangrove yang tumbuh. Bau kotoran saya pastikan tidak menyengat, meski pembuangan itu 24 jam,” tegasnya.
Ishadul juga memastikan, untuk urusan perencanaan itu memang sudah ada pihak yang menangani mulai pembelian dan pengurusan lahan yang akan dibangun. “Semuanya ada yang mengurus, bukan hanya saya saja,” ujarnya.
Diketahui, rencana pembangunan Tambak udang jenis Vanamei Cv Arkhaq Putra akan melakukan pembangunan tambak udang di Dusun Telukkemur dengan luas tanah yang akan dijadikan tambak di bibir pantai tersebut membutuhkan 4 hektar pembebasan tanah. (rtn)
Editor : Redaksi
Korban Meninggal Kecelakaan Perempuan Mabuk Terima Santunan Rp 267 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan manfaat jaminan sosial senilai Rp276 juta kepada ahli waris almarhum Rachmat Praditya Kusuma. Korban karyawan PT Wings surya…
Bupati Gresik Minta Warga Wringinanom Aktif Sampaikan Persoalan di Lingkungan
KLIKJATIM.Com | Gresik – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, tidak h…
Dukung Bekasi Kelola Sampah Jadi Listrik, PLN Bakal Serap dan Salurkan 223.584 MWh Energi Bersih Per Tahun
KLIKJATIM.Com | Bekasi – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung inisiatif pemerintah mengakselerasi penanganan sampah menjadi energi listrik…
Kawasan Gunung Bromo Kembali Terbakar, Petugas Berupaya Padamkan Sejumlah Titik Api
Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Titik api terpantau di wilayah Ledok Bedor, Desa Argosari, Kecamatan…
Eks Kadisdik Sampang Jadi Tersangka, Proyek SMP Rp7,6 Miliar Diduga Rugikan Negara Rp2,7 Miliar
KLIKJATIM.Com | Sampang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi dan p…
Presiden Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gubernur Khofifah Berharap Jadi Momentum Perkuat Soliditas
KLIKJATIM.Com | Jombang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka pergelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)…