KLIKJATIM.Com | Gresik—Musim kemarau tiba. Sebanyak 54 desa di Kabupaten Gresik hingga saat ini masih berpotensi krisis air bersih.
[irp]
Memang hingga kini belum ada laporan desa yang mengalami krisis air bersih. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik telah menyiapkan 1.189 tangki air bersih.
Menurut laporan BPBD, sejak bulan Juli kemarin Gresik sudah memasuki musim kemarau. Namun intensitasnya belum seberapa. Begitu pula di pertengahan Agustus ini. Dari 52 desa di 11 kecamatan, sejauh ini belum melaporkan adanya krisis air bersih.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah wilayah di Gresik menjadi langganan kekeringan hingga menyebabkan krisis air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Gresik Mimy Ernawati mengatakan, di tahun anggaran 2021 telah disiapkan sebanyak 1.189 tangki air bersih. Namun hingga kini belum ada desa yang mengirimkan surat permintaan suplai air bersih.
“Musim kemarau sudah datang. Tapi belum ada desa yang mengajukan permintaan air bersih. Kemungkinan di waduk waduk masih terdapag sumber air,” ucapnya.
Mimy menyebut, hasil mitigasi wilayah yang kekeringan terparah diperkirakan dialami Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, hingga Panceng. “Mitigasi kami ada di 11 kecamatan yang akan mengalami krisis air bersih dampak dari kekeringan. Memang selama ini di 11 kecamatan itu tingkat kekeringan cukup parah,” imbuhnya.(mkr)
Editor : Redaksi