klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bayi Meninggal 4 Hari di Kandungan, Ernawati Akhirnya Sampai di Gresik, Diduga Sudah Terinfeksi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ernawati langsung dibawa ke RS Ibnu Sina oleh petugas setelah sampai di Pelabuhan Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Ernawati langsung dibawa ke RS Ibnu Sina oleh petugas setelah sampai di Pelabuhan Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik--Ernawati (26), warga Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Kepulauan Bawean, ibu yang bayinya meninggal di dalam kandungan akhirnya sampai di Gresik, Rabu (8/1/2020). Erna dirujuk ke RS Ibnu Sina, Gresik setelah empat hari bayinya meninggal di dalam kandungan.

Didampingi suaminya Hamdani (29), beserta keluarganya, Erna sampai di Pelabuhan Gresik pukul 12.30 WIB dengan menumpang kapal Bahari Expres. Pasien yang pernapasannya dibantu dengan oksigen itu langsung dibawa ke RS Ibnu Sina dengan mobil ambulance yang didampingi perawat dari RS Umar Mas'ud, Bawean.

Hamdani menceritakan, saat ini kondisi istrinya lemas. Sebab, sudah seminggu perutnya sakit ingin melahirkan, namun hingga kini belum berhasil. Tragisnya, pada Minggu (5/1/2020) bayi yang masih berada di dalam kandungan istrinya itu dinyatakan meninggal oleh tim medis RS Umar Mas'ud.

Hamdani mengatakan, akibat bayi yang meninggal di dalam kandungan yang tidak segera dikeluarkan itu, kabarnya saat ini rahim istrinya sudah terinfeksi.

"Sudah empat hari meninggal di kandungan. Kemungkinan rahimnya sudah terinfeksi," katanya.

Perawat yang ikut mendampingi pasien Ernawari ke RS Ibnu Sina membenarkan jika tubuh pasien sudah terinfeksi akibat bayi yang meninggal di kandungan.

"Sudah ada infeksi yang menjalar ke tubuh Bu Ernawati. Semoga ada keajaiban," kata perawat perempuan yang enggan disebut namanya kepada Klik Jatim.

Ernawati mulai merasakan ingin mengeluarkan bayinya sejak Rabu (1/1/2020). Saat itu pasien dibawa ke Puskesmas Sangkapura. Setelah diperiksa oleh tim medis, pada Kamis (2/1/2020) bayi korban dinyatakan sudah waktunya lahir. Namun, saat itu kondisi bayi tidak normal alias sungsang.

[irp]

Hingga akhirnya pihak puskesmas merujuk pasien ke RS Umar Mas'ud, Bawean. Tragisnya, di rumah sakit milik Pemkab Gresik itu pasien dan bayinya belum bisa lahiran juga. Sebabnya, rumah sakit tidak memiliki dokter spesialis anak dan anastesi.

Pihak RS Umar Mas'ud akhirnya membuat rujukan agar pasien di bawa ke RS Ibnu Sina,  Gresik. Sementara jadwal keberangkatan kapal ke Gresik baru ada pada hari ini. Perasaan sedih pun tak bisa ditutupi pasangan Hamdani dan Ernawati setelah tim medis menyatakan bayi mereka yang masih di dalam kandungan dinyatakan meninggal pada Minggu (5/1/2020). (iz/mkr)

Editor :