klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Beras Bantuan Kemensos Ditemukan Tak Layak Lagi, di Sidoarjo Kondisinya Bau, Berjamur Hingga Menggumpal

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Beras bantuan tak layak konsumsi yang ditemukan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Beras bantuan tak layak konsumsi yang ditemukan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Belasan sak beras bantuan yang berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia ditemukan tidak layak konsumsi. Kejadian penemuan ini di Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

[irp]

Diketahui bahwa beras dalam kemasan 10 kilogram (kg) tersebut merupakan bantuan dari Kemensos yang disalurkan dari gudang Bulog Sub Divre Surabaya Utara di Buduran, Sidoarjo. Pantauan di lapangan, kondisi beras bantuan itu mengeluarkan bau yang menyengat, dan terlihat berjamur serta menggumpal.

Kepala Desa (Kades) Kedungrejo, Nico Oktavian mengatakan, kondisi beras tidak layak konsumsi itu ditemukan ada sebanyak 19 sak. Awalnya tetap dibagikan kepada warga pada hari Minggu (8/8/2021) kemarin, namun akhirnya 19 sak beras dalam kemasan 10 kg tersebut dikembalikan warga karena tidak layak konsumsi.

“Beras tersebut sangat bau. Juga berjamur warna hijau dan menggumpal. Awalnya yang mengembalikan ada 17 orang, namun hari ini bertambah dua orang lagi. Jadi keseluruhan beras yang dikembalikan sebanyak 19 sak. Ini jelas tidak layak dikonsumsi,” jelas Nico, Kamis (12/8/2021) siang.

Nico melanjutkan, sebanyak 645 warganya mendapat jatah beras bantuan dari Kemensos. “Nah, dari jumlah tersebut ada 19 sak di antaranya tidak layak untuk dikonsumsi. Belasan beras tersebut menyebar di antara warga penerima. Kami menyayangkan kejadian ini. Seharusnya Bulog mengecek terlebih dahulu sebelum beras disalurkan. Kasihan warga, apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini,” lanjut Nico.

Camat Waru, Rudi Setiawan menjelaskan, setelah mengetahui temuan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk mendapatkan beras pengganti. “Di Kecamatan Waru, beras tidak layak konsumsi hanya ditemukan di Desa Kedungrejo saja. Saat ini beras yang rusak tersebut telah diganti oleh Bulog,” terang Rudi.

Rudi berharap, bila warga lain menemukan beras bantuan yang rusak agar segera membawa ke balai desa setempat agar mendapat beras pengganti.

Sementara itu Pimpinan Cabang Bulog Surabaya Utara, Nurjuliansyah Rachman mengatakan, meskipun saat ini musim kemarau tapi kemungkinan beras tersebut terkena hujan saat dalam perjalanan. “Mungkin saat pendistribusian terkena hujan. Beras lain di gudang kami dalam keadaan baik. Kami telah mengganti beras tak layak konsumsi yang terlanjur diterima warga,” tuturnya.

Perlu diketahui, kondisi beras bantuan tak layak konsumsi dari Kemensos ini juga pernah ditemukan di Bangkalan, Madura. (nul)

Editor :