klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dapat Sumbangan 500 TT, Bupati Ajak Pasien Covid-19 Boyongan ke Tempat Isoter di Gejos

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat menerima bantuan di Gejos. (Faiz/klikjatim.com)
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat menerima bantuan di Gejos. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Pemkab Gresik mendapatkan bantuan sejumlah perlengkapan untuk menunjang tempat isolasi terpusat yang bertempat di Gelora Joko Samudro (Gejos) Jalan Veteran Gresik dari PT Siam Cement Group (SCG). Bantuan yang diberikan kali ini berupa 500 bed atau tempat tidur (TT), 500 matras dan 500 bantal.

[irp]

Untuk tahap pertama masih 200 bed, full set bantal dan matras. Kemudian tahap keduanya 300 bed full set. Diketahui, bahwa tempat tidur yang terbuat dari kardus ini mempunyai kapasitas beban maksimum 200 kilo untuk pasien yang sedang isolasi di Gejos.

Managing Directur PT Siam Maspion Terminal Somboon mewakili SCG Group mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian bersama melawan Covid-19. Total 500 bed dari perusahaan swasta asal Thailand ini senilai Rp 442.500.000.

"Dengan harga satu paket bed full set Rp 1 juta,” imbuhnya, Senin (9/8/2021).

Sekedar informasi bahwa SCG telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1995. Dan memiliki lima perusahaan di Gresik.

Sementara itu Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyampaikan terimakasih atas kontribusi yang diberikan dari PT SCG. Pasalnya, hal ini merupakan bentuk kepedulian serta perhatian dari SCG Grup dalam membantu penanganan pandemi Covid-19.

”Alhamdulillah, untuk tahap awal 200 TT. Selanjutnya 300 TT yang serupa dengan olimpiade Tokyo kemarin,” ucap Bupati didampingi Dandim dan Wakapolres Gresik.

Bupati lulusan Sarjana Ekonomi Unair Surabaya ini menyebut bahwa bantuan TT sekaligus matras dan bantal ini sangat berarti bagi Pemkab Gresik. Karena pandemi masih berlangsung dan salah satu program arahan pemerintah pusat. "Tempat tidur ini akan kita jadikan isolasi terpusat di Gejos,” tuturnya.

Dengan adanya tambahan 200 TT (full set) di tahap awal ini, maka totalnya di Gejos ada 700 TT yang berada di lantai 2 dan 3.

Gus Yani---sapaan Bupati Gresik---menambahkan, bantuan ini sifatnya mitigasi. Pihaknya bersama Forkopimda Gresik juga akan mengakomodir pasien-pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk dipindahkan ke tempat isolasi terpusat dan terpadu (Isoter) di Gejos. Upaya itu sebagai ikhtiar menurunkan angka kematian kasus Covid-19 di Gresik.

"Peran masyarakat, desa, camat untuk sosialisasi kepada masyarakat untuk isolasi mandiri (Isoter, red) di Gejos. Sebaikanya untuk tidak isoman di rumah, tapi isolasi terpusat di Gejos. Insya Allah lebih pulih, gejala ringan dan kita tangani di Gejos. Isoman harus dikurangi, semuanya harus jalani isolasi terpusat,” tegasnya.

Untuk saat ini, pasien yang menjalani isolasi di Gejos ada sekitar 40 pasien. Sedangkan data yang dihimpun, pasien isoman di rumah ada sekitar 1000 lebih.

Gus Yani pun mengajak jajaran pemerintah untuk terus menyakinkan kepada masyarakat, dengan melakukan pendekatan secara humanis. "Alhamdulillah, nihil pasien meninggal di Gejos. Dan di Gejos cepat kesembuhannya dengan beberapa fasilitas yang ada. Semoga pandemi ini berakhir dan Gresik terbebas dari pandemi Covid-19,” tutup Bupati. (nul)

Editor :