klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Diduga Cemari Laut, Perluasan Lahan Tambak Udang Bawean Ditolak Warga

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Lokasi tambak Udang
Lokasi tambak Udang

KLIKJATIM.Com | Gresik — Perusahaan tambak udang jenis vaname milik CV. Arkhaq Putra akan kembali melakukan pembebasan lahan untuk dibuat tambak udang di Dusun Telukkemur Desa Kepuhteluk Kecamatan Tambak Bawean.

Tambak udang yang sudah beroperasi di Desa Kepuhlegundi ini akan membuka kembali di sebelah lokasi tersebut. Namun warga menolak untuk dilakukan pembebasan lahan tersebut. Pasalnya warga keberatan dengan pencemaran laut yang dilakukan oleh perusahaan tambak udang itu.

Selain itu, lokasi tambak juga tak jauh dari pemukiman warga hanya berjarak 500 meter dari lokasi yang akan dibuat tambak. Sontak amuk warga pun tidak bisa dibendung saat pihak perusahaan itu secara tanpa sepengetahuan warga sudah melakukan transaksi jual beli tanah yang akan dibuat tambak itu.

”Memang ada sebagian tanah yang dibeli perusahaan udang itu tanah bukan milik warga disini, melainkan dari dusun yang berbeda. Tapi warga disini akan tetap menolak,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, pihaknya bersama warga se dusun sudah melakukan kumpul dan kesepakatan bersama untuk menolak pembangunan tambak di Dusun Teluksumur. Ratusan warga juga membuat surat pernyataan beserta tanda tangan penolakan pembangunan tambak itu.

”Perencanaan ini sudah sejak bulan Juni, namun warga baru tau akhir bulan Juli dan sekarang ini,” lanjut sumber itu, Rabu (4/8/2021).

Disamping lokasi yang padat pemukiman. Warga menolak keras karena dengan dibangun tambak akan ada pencemaran air laut dari limbah tambak udang itu.

”Sehinga nanti akan berkurang mata pencaharian nelayan, ikan akan berkurang  karena ekosistem laut dirusak. Dan mayoritas warga disini nelayan semua. Belum lagi dengan bising suara mesin yang jaraknya dekat dengan rumah warga,” paparnya.

Rencananya, pembangunan tambak udang asal Rembang Jawa Tengah itu membutuhkan pembebasan lahan sekitar 3 hektar. Alat berat pun sudah didatangkan termasuk Bego juga sudah disiapkan. Tapi mayoritas warga di Dusun Telukkemur berjanji tidak akan memberikan ijin.

”Alat berat itu hampir sampai ke sini, namun karena warga menolak, alat berat ditunda kesini, dan ada di Lokasi Tambak Udang Desa Kepuhlegundi,” ucapnya.

Sampai sekarang pertahanan warga yang menolak terus dibujuk rayu oleh pihak perusahaan tambak udang itu. Bahkan pihak perusahaan pernah mendatangi salah satu rumah warga untuk meyetujui dan membubukan tanda tangan dengan modus mengajak kerja.

”Kemarin, ada warga disuruh tanda tangan, diajak kerja, tapi ternyata itu tanda tangan persutujuan untuk perijinan tambak itu, ” jelas sumber itu.

Dan sampai saat ini belum ada pertemuan dari perusahaan dengan warga setempat. Dan informasi yang dihimpun ada seorang diduga dari pihak perusahaan mencari ketua RT setempat untuk disuruh datang ke rumah salah satu warga disana.

”Bahkan ketua RT dicari tiga kali, kemarin, Selasa (3/8) hari ini juga dicari, iya pasti minta ijin dan bujuk warga sekitar,” ujarnya.

Diketahui, lokasi rencana pembangunan tambak dikenal dengan wilayah rawan banjir. Satu tahun ini sudah banjir tiga kali. Dan jika ditambah dengan pembangunan tambak maka akan lebih rawan lagi karena akan ada pengerukan di bibir pantai dan di kaki gunung dekat laut.

Sementara itu, saat klikjatim.com berusaha untuk konfirmasi ke pihak perusahaan udang itu. Pemilik tambak tersebut ada di daratan Jawa. Hanya ditemui para pekerja yang juga tidak bisa berkenan memberikan komentar tentang pembangunan tambak udang itu.

”Saya tidak tau tentang urusan luar, ” imbuh Samadi salah satu pekerja udang di Tambak udang CV. Arkhaq Putra.

Samadi hanya pekerja urusan pekerjaan dalam tambak udang. Dirinya menyebut untuk pekerjaan luar ada yang mengurusi. Dan terkait pembangunan cabang tambak udang itu ia menyebut ada.

”Perencanaan tambak udang memang ada, di Dusun Telukkemur. Namun itu yang mengurus orang Bawean sendiri,” katanya di lokasi tambak udang.

Tambak udang di Desa Kepuhlegundi sudah berjalan sekitar satu tahun ini di Pulau Bawean. Dan merupakan tambak udang terbesar dan termewah se Pulau Bawean. Tambak udang tersebut beroperasi untuk kebutuhan pengiriman ke Perusahaan atau pabrik di Jatim sampai Jakarta. (bro)

Editor :