KLIKJATIM.Com | Gresik--Institute Al-Aydrus dari Kota Tarim, Hadhramaut, Republik Yaman, membuka cabang di Kabupaten Gresik, Minggu (5/1/2020). Kampus yang memiliki fokus kajian di bidang Al-Quran dan Hadist ini menunjuk Pondok Pesantrean Al-Hidayah An-Nuriyah, Dusun Ngepung, Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, sebagai pintu masuk belajar ke Yaman.
Hadir dalam acara peresmian tersebut Rektor Institute Al-Aydrus Habib Dr. Abdullah bin Abdul Qodir Al-Aydrus yang hadir langsung dari Yaman, Ketua Yayasan Ponpes Al-Hidayah An-Nuriyah Abdul Muchit dan Pengasuh Ponpes Al-Hidayah An-Nuriyah KH. Misbahuddin.
Rektor Institute Al-Aydrus Muhammad Qodir mengatakan, hubungan Indonesia dan Yaman tidak bisa terpisahkan jika berbicara pengembangan Islam. Sebab, persebaran islam Indonesia yang dimotori oleh Wali Songo berakar dari perkembangan Islam di Yaman.
[irp]
"Wali Songo yang menyebarkan Islam di Indonesia dulu juga berasal dari Yaman," katanya dalam Bahasa Arab.
Untuk itu, pihaknya sangat membuka lebar jika ada santri asal Indonesia yang ingin meneruskan belajar ke Yaman. Harapannya, kerjasama ini akan semakin menguatkan hubungan antara Indonesia dan Yaman.
"Para pelajar ini nantinya yang akan menjadi penerus perjuangan ulama indonesia," katanya.
Habib Qodir mengatakan, Hadramaut juga dikenal dengan wilayah seribu wali. Di wilayah tersebut banyak terdapat makam para waliyullah yang sering diziarahi oleh umat umat Islam dari berbagai dunia.
"Para pelajar nanti bisa berkunjung dan berharap berkah kepada para wali," jelasnya.
Ketua Yayasan Ponpes Al-Hidayah An-Nuriyah Abdul Muchit mengatakan, kerjasama ini merupakan upaya pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gresik. Harapannya, dengan dibukanya cabang di Gresik, wawasan pelajar semakin bertambah ketika belajar Islam hingga ke luar negeri.
[irp]
"Jika wawasannya semakin luas, mereka bisa mengembangkan toleransi antar umat bergama dengan belajar agama yg lebih luas," ungkapnya.
Muchit mengatakan, santri asal Indonesia, khususnya dari Gresik jika berminat meneruskan pendidikan di Yaman, bisa mendaftarkan diri ke Ponpes Al Hidayah An-Nuriyah. Nantinya, lanjut Muchit, pihak pondok yang akan memfasilitasi mulai pendaftaran sampai proses pendidikan di sana.
"Kami yang akan bertanggungjawab sampai selesai proses pendidikan di Yaman," ujar pria yang juga alumni Yaman ini.
Pengasuh Ponpes Al-Hidayah An-Nuriyah KH. Misbahuddin dalam sambutannya menambahkan, jika kerjasama ini merupakan amanah untuk memajukan pendidikan islam. Untuk itu, bagi seluruh santri dan pelajar diminta tidak hanya cukup belajar di dalam negeri.
"Mencari ilmu harus seluas-luasnya, dan sampai ke manapun. Semuanya diniatkan untuk kemajuan umat dan bangsa," pesannya. (iz/mkr)
Editor : Redaksi