KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Meski APBD Bojonegoro adalah salah satu yang tertinggi di Jawa Timur, ternyata masih ada desa tertinggal. Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, ada 19 desa tertinggal yang tersebar di 8 kecamatan.
Penyematan desa tertinggal ini dilihat dari 3 indikator. Ketiganya adalah IKE (Indeks Ketahanan Ekonomi), IKS (Indeks Ketahanan Sosial) dan IKL (Indeks Ketahanan Lingkungan).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PMD, Djuana Poerwiyanto menyatakan, di Bojonegoro memang masih ada desa tertinggal. "Pada tahun 2019 lalu, setidaknya ada 19 desa di 8 kecamatan yang tergolong tertinggal," ujar Mantan Camat Balen ini saat ditemui Klikjatim.com pada Jumat (3/12/2019).
[irp]
Djuana mengatakan, kategori desa tertinggal itu bisa dilihat dari pelayanan terhadap masyarakat atau kegiatannya. Dinas PMD mengetahui hal tersebut melalui data pendamping desa. "Kami melalui pendamping desa mendapatkan data terkait IKE, IKS dan IKL milik desa. Dari situ, kami melihat desa mana yang kategori tertinggal," tutur dia.
Ditambahkan, data dari pendamping desa selama ini dikirim langsung melalui aplikasi. Dalam data tersebut tidak hanya menyasar desa tertinggal, tetapi juga Desa Mandiri, Desa Percontohan dan Desa Maju.
Pada tahun 2020 ini, pemerintah akan mengurangi desa yang tergolong tertinggal. Cara yang akan ditempuh adalah mendongkrak dan membuat kegiatan terkait pelayanan sosial seperti pelayan kesehatan, pengelolaan sampah dan lainnya. Sehingga diharapkan jumlah desa tertinggal bisa semakin sedikit.
[irp]
Selain 19 desa tertinggal, Bojonegoro juga memiliki 3 desa kategori mandiri. "Untuk desa mandiri ada 3, yaitu Desa Mojodeso Kecamatan Kapas, Desa Kapas Kecamatan Kapas, dan Desa Sambeng Kecamatan Kasiman," pungkasnya. (af/bro)
Editor : M Nur Afifullah