klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Revisi Aturan PPKM Darurat Tempat Ibadah Tak Lagi Ditutup, Resepsi Pernikahan Ditiadakan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pengamanan PPKM Darurat di Ponorogo, Jawa Timur. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
Pengamanan PPKM Darurat di Ponorogo, Jawa Timur. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Aturan dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dilakukan revisi kembali oleh pemerintah. Kini, dalam perubahan yang tertuang melalui instruksi Mendagri Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali disebutkan bahwa tempat ibadah tak tutup.

[irp]

Revisi itu ada pada diktum ketiga huruf g dan k. Dalam Inmendagri yang baru poin g disebutkan bahwa masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng dan tempat ibadah lainnya tidak lagi ditutup. "Tempat ibadah masjid, musala, gereja, pura, vihara, klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah," berikut kutipan salah satu pada Inmendagri yang dikutip Kompas.com, Sabtu (10/7/2021)

Meski demikian, tetapi pemerintah juga tetap meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan ibadah berjemaah selama penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan ibadah di rumah.

Sementara pada huruf k disebutkan bahwa pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama PPKM Darurat.

Sebelumnya, rumah ibadah ditutup selama diberlakukannya PPKM Darurat.

Ini sebagaimana tertuang dalam poin g dan k dalam Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021, yang berbunyi sebagai berikut:

Poin g:

"Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara".

Poin k:

"Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang". (Kompas.com/*)

Editor :