klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

DPP REI Optimis Perpanjangan Bebas PPN Dongkrak Penjualan Properti

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | SurabayaKetua Umum DPP REI Totok Lucida menilai, subsidi PPN ditanggung pemerintah (DTP) tampaknya bakal diperpanjang hingga akhir tahun 2021. Hal ini menyusul disetujuinya usulan dari pengurus DPP REI ke pemerintah beberapa waktu lalu. 

[irp]Ketua REI Optimis Perpanjangan Bebas PPN Dongkrak Penjualan Properti

“Usulan perpanjangan stimulus sudah disetujui. Sekarang tinggal menunggu Permenkeu saja,” kata Totok Lucida, belum lama ini.

Menurut dia, usulan pepanjangan stimulus free PPN dan PPN diskon 50 persen tersebut dimaksudkan agar kebijakan tersebut ada multiplier efeknya. Sebab, ketika bisnis properti tumbuh maka ada sekitar 160-an industri turunan yang ikut terimbas. 

Hal itu terlihat pada program stimulus free PPN tahap pertama mulai Maret-Agustus 2021, dampaknya terasa sekali. Pasar properti yang sebelumnya seakan mati suri karena pandemi Covid 19 langsung bangkit lagi. 

“Harapan kami, dengan perpanjangan stimulus free PPN program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) juga akan tercapai. Semua sektor ekonomi akan bergerak, termasuk UMKM,” tambah Totok Lucida. 

Dia yakin, tahun ini market properti akan tumbuh sekitar 20 persen meskipun pandemi belum selesai. Semua developer akan semakin antusias untuk mengembangkan proyeknya. Yang paling banyak dicari pembeli rumah yang berharga antara Rp 200-an juta hingga Rp 1 miliaran.  

Apalagi, bukan hanya rumah ready saja yang akan mendapatkan stimulus free PPN 100 persen untuk properti berharga Rp 2 miliar ke bawah dan diskon PPN 50 persen untuk properti berharga Rp 2-5 miliar, namun rumah inden juga akan mendapatkan stimulus tersebut. Sehingga market yang akan dijangkau semakin luas. 

Saat ini banyak developer yang tidak memiliki rumah ready stock lagi karena habis saat stimulus free PPN digulirkan awal Maret lalu. Sementara untuk membangun rumah ready juga memerlukan waktu.   

Pihaknya bersama para developer akan melakukan sosialisasi lagi. Agar masyarakat yang membutuhkan properti memanfaatkan momentum terbaik ini. Perbankan juga memberikan support penuh, mempermudah penyaluran KPR-nya dengan bunga yang ringan. 

“Bagaimana teknisnya, kami masih menunggu. Stimulus berlaku untuk transaksi yang pembayaranya sampai Desember 2021. Kami optimistis, masyarakat akan memanfaatkan momen ini. Sebab, kebijakan free PPN tidak akan terulang lagi,” tandas Totok Lucida.

Sementara itu, Agung Krisprimandoyo, Direktur PT Ciputra Development Tbk menambahkan, perpanjangan stimulus free PPN oleh pemerintah akan berimbas positif pada market properti di semester dua tahun 2021. Sebab, ada peluang yang bisa digarap oleh developer. 

“Kami menyambut baik perpanjangan stimulus tersebut. Ini salah satu factor untuk menggerakan ekonomi nasional. Tapi kami sangat prudent. Karena masih ada pandemic,” kata Agung Krisprimandoyo. 

Menurutnya, pihaknya tidak keburu-buru untuk membangun banyak rumah stok baru. Pihaknya masih melihat pekembangan market. Saat ini pihaknya masih fokus untuk mengejar penyelesaian pembangunan rumah dan bisa serah terima pada Agustus nanti.

Selain itu, pihaknya juga terus memantau perkembangan demand properti. Sebab, kalau semua developer ramai-ramai membangun rumah ready, dan tidak diimbangi dengan demand yang memadai, maka akan terjadi pelambatan lagi nanti.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan bank menyediakan KPR-nya.  Sebab, ketersediaan KPR oleh bank menjadi salah satu percepatan laju pasar property. Apalagi bila bunga KPR juga ringan maka hal itu menjadi daya pikat yang luar biasa. Sebab mayoritas pembelian property menggunakan KPR.  “Semoga situasinya semakin membaik. Kami yakin pasar tetap tumbuh tahun ini,” ujar Agung. 

Direktur PT Intiland Development Tbk Harto Laksono mengatakan, perpanjangan stimulus free PPN akan membuat pasar properti di semester kedua tetap akan tumbuh. 

Perpanjangan stimulus free PPN tersebut akan menarik banyak pembeli baik end user maupun investor. Mereka akan membuat keputusan untuk membeli lebih cepat. Karena program stimulus ini bersifat temporial dan ada pembatasan dari sisi harga. 

“Kami akan melakukan banyak program dan kerja sama dengan bank untuk mempermudah pembiayaan konsumen. Kami juga menyiapkan penjualan unit ready dengan furniture serta mempercepat pembangunan rumah agar bisa ikut program free PPN,” ujar Harto Laksono. (ris)

Editor :