klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Viral, Peti Jenazah Covid-19 Terlempar dari Mobil Ambulan di Jalan Desa Sekapuk Gresik

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Peti mati jenazah Covid yang terbungkus plastik tergeletak di tengah jalan raya Desa Sekapuk Kecamatan Ujung Pangkah Gresik menjadi tontonan warga sebelum akhirnya diangkat masuk kembali ke mobil ambulan.
Peti mati jenazah Covid yang terbungkus plastik tergeletak di tengah jalan raya Desa Sekapuk Kecamatan Ujung Pangkah Gresik menjadi tontonan warga sebelum akhirnya diangkat masuk kembali ke mobil ambulan.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Sebuah video viral beredar di wilayah Gresik. Video memperlihatkan peti jenazah Covid-19 terlempar dari mobil ambulan di Gapura Masuk  Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Akibatnya warga yang melihat kejadian geger melihat peti dibungkus plastik berada di tengah jalan.

[irp]

Peti jenazah yang dibawah oleh mobil ambulan milik salah satu RS Swasta itu diduga  pintu belakang ambulance mengalami kerusakan sehingga jenazah yang ada dalam peti pun terjatuh. Kondisi tersebut tampak ramai di medsos dan tersebar video peti jenazah di tengah jalan masuk Desa Sekapuk.

Dalam  video yang diposting pemilik akun rFB Rania El Firaz pukul 21.45. Postingan tersebut dibanjiri komentar. Menurut saksi mata Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu bermula saat mobil ambulan  setempat mengangkut jenazah korban Covid-19 menuju ke lokasi pemakaman.

 

Namun saat di pertengahan perjalanan setelah memasuki Gapuro pintu masuk Desa Sekapuk, pintu mobil tiba-tiba terbuka dan jenazah terpental jatuh ke tengah jalan, beruntung peti jenazah tersebut tidak tertabrak mobil dibelakangnya.

 

“Kunci belakang ambulan putus, jenazah itu mau diserahkan diserahkan keluarga atau petugas pemakaman desa untuk dimakamkan dengan protokol ber-APD,” terang warga yang enggan disebut namanya, Senin (5/7/2021). 

 

Begitu jenazah yang diketahui seorang laki-laki warga Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah itu jatuh di tengah jalan, warga disekitar lokasi tidak berani menolong jenazah dalam peti karena tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD).

 

“Pas jatuh, gak ada yang mau angkat dan tak boleh angkat. Karena tidak ber-APD,” ungkap sumber melanjutkan ceritanya. 

 

Ia menambahkan, mobil ambulan itu hanya dikemudikan oleh satu  sopir tanpa pengawalan petugas protokol pemakaman dari rumah sakit. 

 

“Cuma sopir saja, tidak dikawal petugas rumah sakit, karena pemakaman diserahkan keluarga atau petugas pemakaman desa, sementara Polisi standbay di lokasi pemakaman,” bebernya.

 

Saat ini jenazah telah dimakamkan oleh pihak keluarga dengan menggunakan protokol ketat. Sebelumnya, berdasarkan video rekaman yang beredar viral, nampak sejumlah warga yang menyaksikan sangat menyayangkan dengan adanya insiden jatuhnya peti jenazah itu. (rtn)

Editor :