KLIKJATIM.Com | Gresik - Untuk memutus rantai penyebaran virus asal Wuhan Covid-19. Pemerintah Kabupaten Gresik telah menetapkan adanya PPKM Darurat, sehingga kapolres Gresik menggulirkan Gerakan GRESIK JAMAN NOWKapolres Gresik mempunyai inovasi gerakan "GRESIK JAMAN NOW" singkatan dari Gresik JANgan keMANa-mana Nang Omah Wae.
[irp]
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, gerakan itu adalah untuk mengurangi mobilitas masyarakat Gresik. Sehingga harapannya tidak terjadi kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19.
Perwira Polisi dengan dua melati di pundak itu berharap hal ini segera disosilisasikan kepada masyarakat. Dan apa yang sudah dilakukan tetap dilaksanakan.
“Untuk PPKM Mikro berharap bersama-sama menjaga zonasi di wilayah Gresik. Meskipun ada peningkatan, untuk tingkat RT/RW perkembangan Covid-19nya masih tetap terjaga,” katanya, Kamis (1/7/2021).
Akpol Lulusan 2001 itu pun sepakat RSUD Ibnu Sina dikuasakan penuh penanganan Covid-19.
“Jangan menjadikan pemberitaan Covid-19 seolah-olah menjadi teror ketakutan bagi masyarakat. Handling media berperan untuk menciptakan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Mantan Kapolres Ponorogo itu mengapresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Gresik dalam hal pelaksanaan Vaksinasi.
“Patut dibanggakan, Kabupaten Gresik menjadi Rangking 1 dalam distribusi Vaksinasi. Sehingga diharapkan tingkat wilayah dapat mendorong dilaksanakan Vaksinasi. Tetap semangat, optimis melaksanakan tugas dan jaga imunitas,” tutupnya.
Sementara Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail mengatakan, penetapan PPKM darurat nantinya akan diterapkan kepada wilayah yang mengalami level IV.
“Untuk saat ini Kabupaten Gresik masuk kedalam level ke III. Dimana dalam pelaksanaannya ada penambahan pasukan dari satuan atas,” terangnya.
Ia menyepakati untuk kegiatan perekonomian akan diatur dan dikeluarkan Perbup baru.
“Sedangkan hajatan masyarakat akan ditindak lanjuti di Lapangan, berharap ada kerjasama dengan Forkopincam. Dimana untuk kegiatan inti bisa tetap dilakukan dengan prokes ketat, namun perayaan dan makan ditempat ditiadakan atau di bawa pulang,” paparnya.
Dan yang perlu diperhatikan lagi, pergantian shift karyawan pabrik perlu menjadi atensi bersama. Khususnya disaat jam pulang agar tidak melakukan stay di warkop dan tempat makan.
“Klaster keluarga mendapat atensi dari pimpinan TNI,” tegasnya
Letkol Taufik menambahkan, kriteria masyarakat saat ini adalah tergolong dalam tiga kategori. “Diantaranya adalah imun kita yang kuat, kita taat Prokes dan orang beruntung,” imbuhnya. (bro)
Editor : Redaksi