KLIKJATIM.Com | Gresik - Kasus penolakan pasien saat berobat terjadi di Kabupaten Gresik. Mirisnya, alasan pasien ditolak karena di RSUD Umar Mas'ud Pulau Bawean tidak ada dokter spesialis anak.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (16/12/2019) kemarin. Saat itu, kondisi Ahmad Tafaza Qoyyidul Basil yang merupakan balita berumur 3,5 tahun mengalami demam tinggi. Hingga 40,5 derajat celcius.
Kemudian besoknya, orang tua pasien Nurul Fauziah (30), asal Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak bermaksud membawa anaknya ke Rumah Sakit Umar Mas'ud. Namun dirinya diberitahu oleh petugas rumah sakit, bahwa pasien anak tidak bisa terlayani karena dokter spesialisnya tidak ada.
[irp]
"Waktu itu petugasnya bilang kalau pasien anak tidak bisa menggunakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), karena tidak ada dokter spesialis anak," urai Nurul.
Akhirnya, Nurul memutuskan untuk berobat ke klinik di wilayah setempat. "Kalau sama-sama bayar lebih baik pilih yang lebih baik dan lebih enak. Lagian di sana (Rumah Sakit) lebih mahal," imbuhnya.
Peristiwa demikian, sejatinya bukan hanya sekarang. Tetapi, dulunya juga disebutkan pernah terjadi dengan alasan serupa.
"Kami hanya minta kejelasan dari pihak terkait, agar warga Bawean tidak merasa tertindas dengan kondisi seperti ini. Sudah punya rumah sakit tapi masih susah," keluhnya.
"Belum lagi dokternya sering berlayar ke Jawa saat warga membutuhkan," tambah Nurul.
[irp]
Klik Jatim sejatinya berusaha mengkonfirmasi Direktur RSUD Umar Mas'ud, dr Tony S. Hartanto. Saat dihubungi berkali-kali di nomor selulernya 0813306xxxxx, namun tidak diangkat hingga berita ini dituliskan.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik, drg Saifudin Ghozali mengaku, pihaknya sudah menghubungi pimpinan RSUD Umar Mas'ud dan menegurnya. Karena rumah sakit harus tetap menerima pasien dalam keadaan apapun.
"Saya sudah telepon ke pihak rumah sakit Umar Mas'ud Bawean. Karena alasan apapun kita tidak boleh menolak pasien dan mereka harus dibantu," katanya. (iz/nul)
Editor : Redaksi