klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gempar, Warga Kediri Ditemukan Bersimbah Darah di Tulungagung

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Anggota Satreskrim Pokres Tulungagung melakukan olah TKP penemuan mayat warga Kediri
Anggota Satreskrim Pokres Tulungagung melakukan olah TKP penemuan mayat warga Kediri

KLIKJATIM.com | Tulungagung - Dugaan bunuh diri muncul setelah Oscar Syaifuddin (26) warga Kediri yang berdomisili di desa Gedangsewu kecamatan Boyolangu Tulungagung, ditemukan bersimbah darah di ruang tamunya pada Selasa (22/06/2021) malam kemarin.

[irp]

Kakak korban yang pertama kali menemukan korban sempat berupaya membawa korban ke rumah sakit, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil sebab korban meninggal dengan 3 luka sayat pada leher dan pergelangan tangannya.

Polisi yang mengetahui kondisi ini langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Kapolsek Boyolangu, AKP Sukirno yang datang langsung ke lokasi kejadian mengatakan, korban sempat menelepon kakaknya untuk meminta dipanggilkan ambulance.

Korban juga sempat menelpon istrinya beberapa kali namun karena istrinya berada di perjalanan sehingga upaya tersebut gagal.

"Kakaknya yang menemukan pertama kali karena ditelepon korban dan meminta untuk dicarikan mobil ambulans," ujarnya pada Rabu (23/06).

Dari hasil olah TKP yang dilakukan pada Selasa (22/06) malam di rumah korban,ditemukan pisau dapur dan selimut dengan bercak darah di lokasi kejadian.

Sukirno mengatakan, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian guna mendalami kejadian tersebut.

"Beberapa saksi tadi ada yang mengatakan korban juga pernah melakukan upaya bunuh diri dengan cara mencebur ke sungai beberapa tahun lalu namun keterangan itu masih kita dalami lagi," tuturnya.

Kini polisi tengah mendalami motif korban melakukan upaya bunuh diri, dugaan sementara masalah ekonomi menjadi penyebab terjadinya aksi nekat tersebut.

"Dugaan sementara mengarah ke faktor ekonomi sebagai motifnya, namun kita masih perlu melakukan pendalaman lagi," pungkasnya. (rtn)

Editor :