klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Penyebab Kematian Sejumlah Kambing di Banyuwangi Ternyata Anjing Kampung

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Seekor kambing milik warga Kaliwatu, Tegaldlimo Banyuwangi tergeletak dengan organ keluar seperti dimangsa hewan buas
Seekor kambing milik warga Kaliwatu, Tegaldlimo Banyuwangi tergeletak dengan organ keluar seperti dimangsa hewan buas

KLIKJATIM.Com I Banyuwangi - Penyebab kematian binatang ternak yang misterius di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi ternyata digigit anjing kampung.

[irp]

Sebelumnya, warga heboh soal kabar kematian misterius 5 ekor kambing di Dusun Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi pada hari Selasa (1/6/2021). Ada bekas gigitan di leher kambing-kambing milik Yusuf tersebut. Warga menduga ternak tersebut mati oleh gigitan binatang buas atau darahnya dihisap oleh binatang tertentu.

Pengelola Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) memastikan bahwa penyebab kematian ternak tersebut adalah gigitan anjing kampung, bukan anjing hutan atau binatang buas lainnya. Misteri tersebut terungkap setelah petugas TNAP memasang kamera pengintai di sejumlah titik di lokasi kandang ternak warga.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Alas Purwo Wilayah II Muncar, Noviani Utami, mengatakan bahwa dari analisa hasil rekaman tidak didapati kemungkinan adanya binatang buas dari hutan.

“Berdasarkan analisa ternyata itu anjing kampung liar. Bukan macan atau hewan buas yang berasal dari TNAP,” tutur Novianti Utami (8/6/2021).

Novianti mengatakan, dari rekaman kamera pengintai tersebut terlihat dengan jelas bahwa binatang yang berkeliaran dan berusaha masuk kandang ternak adalah anjing kampung liar.

“Jika dilihat dari tangkapan gambar ada total tiga ekor anjing. Dua ekor anjing yang mencoba masuk ke kandang dan seekor berjaga di luar kandang,” ujar dia.

Menurut Novianti, anjing hutan biasanya berkeliaran dalam koloni dengan jumlah besar.

“Itu jelas anjing kampung liar, terlihat dari postur tubuhnya yang besar dan jumlahnya hanya tiga ekor saja. Anjing hutan itu sukanya berkelompok besar, jumlahnya lebih dari 10 ekor, maka itu jelas anjing kampung liar,” tandasnya.

Pascaterungkanya misteri tersebut, lanjut Novianti, warga mulai memperbaiki kandang ternaknya. Alhasil setelah itu tidak ada laporan lagi terkait hewan mati karena gigitan. (*)

Editor :