klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bupati Ipuk Peringati Hari Pancasila dengan Tumpengan Bersama Warga Desa

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Acara tumpengan dalam rangka peringatan hari pancasila. (Istimewa)
Acara tumpengan dalam rangka peringatan hari pancasila. (Istimewa)

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menggelar peringatan hari lahirnya pancasila yang jatuh tepat pada tanggal 1 Juni dengan sederhana. Yaitu cukup dengan doa bersama atau baca tahlil dan tumpengan bareng warga di Balai Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro pada Senin (31/5/2021) malam.

[irp]

Kegiatan ini digelar usai salat Maghrib berjamaah. Dalam kesempatan ini hadir pula Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahya Negara dan Sekretaris Daerah (Sekda), Mujiono. 

Bupati perempuan ini bersama para tokoh agama hingga warga desa membaca tahlil dan kalimat-kalimat thayyibah yang dialunkan dari balai desa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Mereka mendoakan Presiden pertama RI, Ir Sukarno yang juga merupakan perumus Pancasila.

Tidak hanya itu. Usai tahlil, Ipuk bersama warga juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, membacakan teks Pancasila dan bersalawat. Baru kemudian memakan tumpeng secara bersama-sama.

Ipuk mengatakan, alasannya menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila bersama warga karena Bung Karno (Soekarno) memang merumuskan Pancasila, yang digali dari tradisi dan kearifan rakyat Indonesia. Salah satunya adalah gotong royong yang disebut intisari Pancasila.

Nah, itu pula yang membuatnya menjadikan desa sebagai salah satu prioritas dalam program kerjanya. Diketahui bahwa sejak dilantik menjadi bupati pada 26 Februari lalu, dirinya pun aktif berkantor di desa. Ia berkeliling dan berkantor di desa seharian untuk membantu mengurai urusan warga. "Dengan berkantor di desa, kita ingin mengaplikasikan spirit yang digelorakan Bung Karno dalam membangun bangsa ini, yakni gotong royong yang merupakan budaya warga desa," imbuh Bupati Ipuk.

Dijelaskan, dalam mengatasi urusan warga atau pelayanan telah dibagi menjadi 2. Yaitu urusan yang bersifat jangka pendek, serta menengah hingga panjang. "Kita bagi urusan warga dalam dua kluster. Pertama, yang bisa dapat solusi cepat dalam jangka pendek. Seperti urusan dokumen, anak putus sekolah, orang sakit, izin usaha UMKM, bantuan warung naik kelas, bantuan pupuk untuk petani, kesehatan hewan ternak, dan sebagainya. Kedua, kluster urusan yang butuh solusi jangka menengah-panjang, terutama soal infrastruktur,” jelas Ipuk.

Ipuk juga mengatakan, sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. "Program-program kami berlandaskan Pancasila. Visi-misi kami juga berada di jalur Pancasila. Seperti memberikan dukungan kepada ekonomi arus bawah melalui program bantuan alat usaha, bantuan warung, program UMKM Naik Kelas, , bantuan untuk anak-anak kurang mampu, untuk petani, nelayan, dan sebagainya," katanya.

Sekedar diketahui, bahwa bulan Juni adalah salah satu tonggak bersejarah bagi Indonesia. Pada 1 Juni 1945, bertepatan dengan pidato Bung Karno di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. 

Tak heran, Ipuk pun mengajak masyarakat untuk meneladani Bung Karno. Juga mengaplikasikan Pancasila, termasuk menghargai keyakinan orang lain. Sehingga Banyuwangi dan Indonesia akan selalu rukun dan damai. (nul)

Editor :