KLIKJATIM.Com | Surabaya - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menembak mati Moch Hartono (31), warga Jalan Balongsari Madya, Surabaya, kemarin. Hartono yang residivis begal terpaksa dikirim ke alam baka setelah berusaha melawan polisi saat hendak ditangkap.
Selain menembak mati Hartono, anak buah AKBP Sudamiran, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya juga melubangi kaki kiri Noval Rinaldi (21), rekan pelaku Hartono sekaligus tetangganya. Kedua pelaku menjadi buruan nomor wahid setelah beraksi 12 lokasi di Kota Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menjelaskan, sebelum menembak kedua pelaku, anggotanya memberikan peringatan agar menyerah. Namun peringatan itu dilawan pelaku dengan mencoba menyerang polisi.
“Pelaku yang kami lumpuhkan ini melawan petugas. Tak hanya itu, korban yang melawan aksi pelaku juga kaki dan tangannya putus karena sabetan parang pelaku,” jelas Kombes Pol Sandi Nugroho.
[irp]
Pelaku Hartono terdeteksi di sekitar Waduk Unesa. Tim Unit Resmob dan Jatanras langsung menuju ke lokasi dan menyergap Hartono.
Namun, Hartono melawan dengan senjata tajam. Sehingga tim ini terpaksa menembak bagian dada Hartono hingga nyawanya tidak tertolong saat perjalanan menuju rumah sakit.
"Tindakan tegas terukur kami lakukan karena saat ditangkap, tersangka Hartono menyerang anggota dengan parang," tegas Kapolrestabes Surabaya.
Dalam aksinya, pelaku bekerja bersama dua rekan lainnya. Pelaku Hartono yang dilumpuhkan ini merupakan eksekutor perampasan dan pelaku Noval yang ditembak kakinya adalah joki.
Sementara seorang pelaku lain merupakan penjual hasil kejahatan yang dijual ke wilayah Pulau Madura. Pelaku begal pakai akun wanita jual-beli jaket di facebook.
[irp]
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyebutkan, komplotan pelaku diidentifikasi setelah anggotanya membekuk anggota jaringan Noval Rinaldi. Dalam pengakuannya, dia baru ikut sekali jalankan aksi sebagai begal.
Noval juga mengaku ikut kerja karena terpaksa. “Saya baru sekali ikut kerja ya di kawasan Darmo Satelit itu yang korban luka parah tangan dan kakinya,” kata Noval.
Dijelaskan, kedua pelaku itu diburu setelah teridentifikasi melakukan perampasan motor di Jalan Raya Satelit Selatan, Kecamatan Sukomanunggal. Selain merampas motor Honda Scoopy bernopol S 4465 BX milik Wiwin yang saat itu dikendarai Slamet Efendi, kedua pelaku juga membacok kaki dan tangan Slamet lantaran mempertahankan motor tersebut.
"Kedua pelaku ini dikenal sadis dan sering melukai korbannya. Setiap beraksi mereka membawa senjata tajam," bebernya.
Dari tangan kedua pelaku, disita sejumlah barang bukti antara lain motor Honda Scoopy warna abu-abu bernopol L 2963 YZ yang jadi sarana kedua pelaku saat beraksi. Kemudian sebilah pisau penghabisan, dua HP milik tersangka Noval serta empat HP milik tersangka Hartono. (lam/hen)
Editor : Redaksi