klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tanggulangi Penyakit Menular, Nakes Gresik Dibekali dengan Wawasan Khusus

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wabup Gresik, Aminatun Habibah hadir dalam acara pelatihan penanggulangan penyakit menular Tuberkulosis atau TBC. (ist)
Wabup Gresik, Aminatun Habibah hadir dalam acara pelatihan penanggulangan penyakit menular Tuberkulosis atau TBC. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen untuk memberikan atensi serius terhadap penanganan penyakit menular. Salah satunya penyakit Tuberkulosis atau TBC yang sangat rentan penyebarannya.

[irp]

Berdasarkan data yang dimiliki, pada tahun 2018 di Indonesia tercatat ada 301 orang meninggal akibat TBC. Sehingga pada tahun tersebut Indonesia pun menempati urutan ke 3 dengan angka penderita TBC tertinggi di dunia.

Atas tingginya kasus tersebut, sehingga menjadi satu beban dalam urusan kesehatan di tanah air. Dan hal ini disikapi serius oleh Pemkab Gresik, dengan memberikan bekal berupa pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kesehatan (nakes) di daerah setempat. Upaya ini dilakukan untuk menanggulangi penyakit menular (TBC, red) agar penyebarannya bisa diminimalisir, terutama di Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah mengaku prihatin ketika mengetahui bahwa di Indonesia merupakan negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. “Penyakit ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk segera ditangani secara serius. Kami ingin warga kami memperoleh pelayanan yang baik terhadap kesehatan, terutama penanganan terhadap penyakit TBC,” kata Ning Min, sapaan Wabup Gresik saat membuka diklat penanggulangan penyakit TBC, Selasa (18/5/2021).

Penanggulangan penyakit TBC ini sudah diatur dalam peraturan Kementerian Kesehatan nomor 67 tahun 2016, tentang pedoman penanggulangan TBC yang perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan hukum. “Dalam mengatasi, kita berpedoman pada peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang pedoman penanggulangan TBC dan menyesuaikan SOP, serta perkembangan ilmu kedokteran yang ada saat ini,” katanya.

Untuk itu, diharapkan diklat kali ini bisa diikuti dengan serius. Sehingga apa yang diharapkan Pemkab Gresik terhadap penanggulangan TBC dapat terwujud.

Sementara Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno dalam laporannya menjelaskan, peserta diklat berasal dari nakes Pemkab Gresik yang berjumlah 25 orang. Kegiatan ini diadakan selama 6 hari di ruang Mandala Bhakti Praja Gedung Pemkab Gresik.

Harapannya, para nakes memiliki potensi dan wawasan di bidang kesehatan, khususnya dalam menangani penyakit menular TBC. (nul)

Editor :