KLIKJATIM.Com | Gresik — Kendati tidak memegang selembar izin pengembangan kawasan perumahan, Pengembang Dakota City, Tanrise Property tetap memasarkan produk properti berupa rumah. Aktifitas penjualan tetap dilakukan di marketing galery yang berlokasi di kawasan perumahan di Desa Pandu, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.
[irp]
Hal itu terkonfirmasi saat jurnalis Klikjatim.com menyambangi marketing gallery Dakota City di kompleks pergudangan Prambanan Bizland, Senin siang (17/05/2021). Saat di lokasi, hanya ada satu orang marketing berinisial SA dari salah satu agen properti yang digandeng Tanrise Property untuk memasarkan hunian Dakota City.
SA menceritakan, Dakota City menawarkan tiga tipe hunian yakni Hamilton, The Windsor House dan The Potter House dengan harga termurah 400 juta rupiah. SA pun menuturkan, sudah 10 orang yang melakukan pembayaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) melalui kantor agen properti tempatnya bekerja.
"Yang Hamilton belum keluar denahnya hanya 18 unit. Yang ini yang banyak The Potter (mungkin) sekitar seratusan," tuturnya di marketing Gallery Dakota City.
SA menambahkan, saat ini, sudah banyak calon customer yang ikut NUP lewat agen properti tempatnya bekerja, dimana pemilihan unit hunian akan dilaksanakan 5 Juni mendatang. "Pintu utamanya sini (sambil menunjuk bagian depan Kawasan Prambanan Bizland), nanti komersil area, lalu masuk perumahan ini," jelasnya.
Bila Customer telah menyerahkan biaya NUP sebesar 5 juta rupiah, SA melanjutkan, akan disusul dengan pembayaran Down Payment (DP) awal senilai10 juta rupiah usai pemilihan unit. Secara prosentase, besaran DP sebanyak 15 persen dari dari harga rumah.
"Lima belas persen dari 400 juta (harga terendah rumah) sekitar 120an juta, dibagi selama 2 tahun (dengan angsuran) dua juta perbulan terus baru masuk KPR," terangnya merincikan.
Saat ditanya mengenai kelengkapan izin terutama IPR pendirian Dakota City, SA mengaku tidak mengetahui persis. Pasalnya dirinya hanya bertugas memasarkan produk properti tersebut. "Kalau itu kurang tahu mas, saya kan tahunya jualin tapi kan setahu saya sudah beres semua sih, kalau misalnya belum ada beres kan ndak berani jual juga, apalagi sudah banyak juga yang beli," katanya. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar