klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kurir 2 Kg Sabu Ditangkap di Sumatera, Meregang Nyawa di Sukomanunggal

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Mayat kedua tersangka saat berada di kamar mayat Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Ahcmad Alamudi/klikjatim.con
Mayat kedua tersangka saat berada di kamar mayat Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Ahcmad Alamudi/klikjatim.con

KLIKJATIM.Com I Surabaya – Tindakan tegas dilakukan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Dua orang kurir narkoba ditembak mati lantaran hendak melawan untuk kabur.

Kedua kurir jaringan internasional tersebut,  berinisial TG (25) warga Malang dan DS (25) warga Sidoarjo.

Operasi penangkapan dilakukan Unit Idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dipimpin Iptu Eko Julianto dibackup Timsus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin Iptu Yudhy Syaeful M.

Kedua kurir tersebut sudah di intai selama seminggu di wilayah Sumatera. Hingga berasil melakukan penangkapan keduanya di Sumatera.

Untuk penyidikan lebih lanjut keduanya dibawa ke Surabaya menggunakan pesawat. Sepanjang perjalanan menuju Polrestabes Surabaya dilakukan introgasi oleh petugas guna mengetahui asal barang haram yang mereka punya.

[irp]

“Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya, yakni pengungkapan sabu 7,2 kilogram yang kemarin baru tertangkap,” kata kasatnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Senin ( 2/11/2019)

Polisi mengamankan dua kilogram sabu dari operasi penangkapan ini. Diduga sabu-sabu akan diselundupkan ke wilayah Jawa Timur.

Peristiwa penembakan terjadi di daerah Sukomanunggal. Setelah tiba di bandara Juanda, ditengah perjalanan para tersangka minta berhenti untuk buang air kecil. Petugas pun berhenti dan mengantar salah satu pelaku, saat itulah pelaku nekat mencoba melawan dan kabur.

" Terpaksa anggota melakukan tindakan tegas terukur yakni menembak keduanya. Selain itu karena sudah membahayakan anggota juga," urainya.

Kedua kurir sabu meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. keduanya kini berada di kamar mayat Dr. Sutomo Surabaya untuk mendapatkan Visum dan juga menunggu pihak keluarga pelaku.(lam/rtn)

Editor :