klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tradisi Malam Selawe, Peziarah Padati Makam Sunan Giri

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik--Tradisi malam selawe bulan suci Ramadan tetap berlangsung di area Makam Sunan Giri, Kamis (6/5/2021) malam. Meski di tengah pandemi Covid-19. Peziarah dari berbagai daerah memadati tempat sakral itu untuk berdzikir, membaca doa dan melantunkan ayat suci alquran.

[irp]

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah memperbolehkan tradisi malam selawe tetap berlangsung. Namun dengan catatan hanya diperuntukkan bagi warga Gresik. Selain itu kapasitas peziarah di area makam juga dibatasi menyesuaikan protokol kesehatan.

Akan tetapi, animo masyarakat luar daerah untuk berkunjung ke makam pembabat alas penyebaran Islam itu cukup besar. Meski tidak seramai seperti saat sebelum pandemi, cukup banyak peziarah yang memadati Makam Sunan Giri.

Dari pantauan di area parkir, banyak kendaraan pribadi maupun umum yang miliki plat luar daerah. Seperti plat S, L, AG, AE dan luar daerah lainnya. Kebanyakan mereka kesana untuk berdzikir dan berkirim doa. Setelah itu, kembali pulang.

Area parkir sepeda motor pun tampak penuh dengan kendaraan peziarah. Sedangkan peziarah yang menaiki mobil, memarkirkan kendaraannya di sisi jalan dan tempat parkir yang sudah disediakan.

Andika Pratama (24) peziarah asal Bojonegoro mengaku datang untuk berdzikir dan kirim doa. Momen ini diakuinya sudah menjadi tradisi bagi warga Kota Santri. “Apalagi malam selawe kan malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Semoga saja bisa menjumpai Lailatul Qadr,” katanya, Jumat (8/5/2021). 

Ia datang ke lokasi sekitar jam 23.00 wib. Tentunya ia sudah ketinggalan acara utama malam selawe yakni dzikir bareng peziarah. Ketika di lokasi, area pendopo makam sudah ditutup oleh petugas karena melebihi jam malam dan mengantisipadi penyebaran Covid-19.

Kasat Sabhara AKP Yudhi Prastio bersama Kapolsek Kebomas I Made Jatinegara saat ditemui di lokasi meminta masyarakat untuk pulang ke rumah masing-masing. “Kami tidak berniat mengganggu peziarah. Tetapi ini untuk keselamatan kita bersama. Kami imbau untuk kembali ke rumah masing-masing dan beribadah di rumah," tegasnya.

Karena pendopo yang ditutup, tidak sedikit peziarah memaksakan diri berzikir di depan pintu keluar pendopo. Ayat suci alquran mereka baca secara berjamaah. Di tutup dengan doa lalu pergi meninggalkan lokasi. (mkr)

Editor :