RADAR GRESIK – Kawasan depan Pelabuhan Gresik mendadak riuh pada Senin (11/5). Sebanyak 20 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di area tersebut terpaksa dibongkar dalam sebuah operasi penertiban gabungan. Alasan di balik pembongkaran ini cukup mengejutkan sekaligus krusial: faktor keselamatan nyawa.
Penertiban yang dipimpin oleh manajemen Sub Holding Multi Terminal (SPMT) Branch Gresik ini bukan tanpa alasan kuat. Pasalnya, puluhan lapak yang didominasi pedagang kuliner malam tersebut berdiri tepat di atas jalur pipa gas. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan fatal jika terjadi kebocoran atau percikan api.
“Penertiban ini dilakukan demi keselamatan bersama. Selain karena berdiri di atas jalur pipa gas yang membahayakan, keberadaan lapak-lapak ini juga membuat kawasan pelabuhan tampak semrawut,” ungkap Sutopo, Branch Manager SPMT Branch Gresik.
Meski melibatkan aparat gabungan dari TNI, Polri, KPLP, hingga Satpol PP Kabupaten Gresik, proses pembongkaran berlangsung sangat kondusif. Tidak ada aksi protes atau bentrokan yang biasanya mewarnai penertiban PKL.
Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, awalnya manajemen pelabuhan telah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali sebelumnya. Sejumlah pemilik lapak secara sukarela membongkar bangunan mereka sendiri dengan dibantu petugas di lapangan. Langkah ini memastikan pedagang memahami risiko bahaya yang mereka hadapi jika tetap bertahan di jalur pipa tersebut.
Selain alasan keamanan, penertiban ini merupakan bagian dari upaya SPMT Branch Gresik untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih bersih dan estetis. Dengan hilangnya lapak-lapak liar tersebut, arus lalu lintas dan tata ruang di depan pintu masuk pelabuhan kini tampak lebih lega.
Pihak Satpol PP Pemkab Gresik memastikan akan terus melakukan pengamanan di lokasi pasca-pembongkaran guna memastikan tidak ada pedagang yang kembali nekat mendirikan bangunan di atas jalur pipa gas tersebut. Kini, aktivitas di kawasan Pelabuhan Gresik kembali berjalan normal dengan wajah yang lebih tertata.
Editor : Fatih