KLIKJATIM.Com | Jember - Java Coffee Estate (JCE) Blawan Ijen memasang target besar pada 2026 dengan membidik produksi hingga 1.000 ton kopi kering. Jumlah tersebut diperkirakan setara 8 juta kilogram kopi gelondong dari kawasan perkebunan Ijen, Bondowoso.
Tak hanya fokus pada peningkatan hasil produksi, perusahaan juga mulai memperluas pasar ekspor ke Timur Tengah. Selama ini, kopi produksi JCE telah dipasarkan ke Eropa dan Amerika.
Manajer JCE Blawan Ijen, Hastudy Yunarko, menyebut peluang mencapai target tersebut cukup terbuka karena kondisi lahan dan tanaman sangat mendukung.
“Potensinya ada, tinggal bagaimana kita memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada agar target ini bisa tercapai,” katanya.
Menurut Hastudy, pasar Timur Tengah mulai dilirik karena konsumsi kopi di kawasan tersebut terus tumbuh. Faktor jarak pengiriman yang lebih dekat juga dinilai mampu menekan biaya distribusi.
Sejak 2022, JCE telah menanam klon unggulan Andungsari dan Komasti di lahan baru seluas 1.500 hektare. Varietas tersebut mampu menghasilkan lebih dari 1.500 kilogram per hektare.
Sementara itu, panen kopi tahun ini berlangsung mulai Mei hingga pertengahan September dengan total area panen sekitar 2.500 hektare.
Aktivitas panen dan pengolahan kopi setiap hari melibatkan sekitar 4.000 pekerja. Dari sektor ini, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp6–8 miliar per bulan bagi masyarakat sekitar kawasan perkebunan.
JCE juga menjaga kualitas produk dengan standar buah merah minimal 95 persen saat panen. Pengolahan dilakukan menggunakan metode full wash dan sun drying agar kualitas rasa tetap stabil sesuai kebutuhan pasar ekspor.
Melalui target ekspor hingga 90 persen dari total produksi, JCE berharap kopi Bondowoso semakin dikenal di pasar internasional.
Editor : Wahyudi