klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warga Bawean Pertanyakan Perahu Wisata Yang Dibiarkan Mangkrak

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kondisi perahu wisata yang dibiarkan mangkrak hampir 3 tahun di UPT Pariwisata Pulau Bawean
Kondisi perahu wisata yang dibiarkan mangkrak hampir 3 tahun di UPT Pariwisata Pulau Bawean

KLIKJATIM.Com | Gresik - Warga Bawean mempertanyakan keberadaan perahu aset pemerintah untuk menunjang pariwisata yang mangkrak tak kunjung kejelasannya. Mereka meminta Pemkab Gresik memastikan fungsi dan operasional perahu tersebut sesuai tujuannya yakni untuk meningkatkan sektor pariwisata Bawean. 

[irp]

Direktur Bawean Corruption Watch Dari Nazar mengaku sangat kesal usai melakukan investigasi atas aset Dinas Pariwisata berupa satu unit perahu yang berada di UPTD Pariwisata Kawasan Pulau Bawean. Menurutnya, perahu dengan panjang perahu sekitar 15 meter, lebar sekitar 2 meter, dan tinggi sekitar 1 meter hampir tiga tahun dibiarkan mangkrak di sebelah kanan kantor UPT Pariwisata Bawean. 

“Mandeknya keberadaan perahu ini tidak jelas apakah akan dihibahkan pada pokdarwis di Bawean untuk mengembangkan pariwisata ataukah mau dibuat apa. Ini masih menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat Bawaen, dan perahu itu apakah bantuan provinsi ataukah kementerian pariwisata ini masih terkesan tertutup sejak tahun 2019 sampai sekarang,” papar Dari, Senin (26/4/2021). 

Dari menegaskan, jika memang keberadaan perahu itu kurang baik termasuk mesinnya kenapa dinas pariwisata mau menerima bantuan yang dianggap kondisinya kurang baik, dan lucunya lagi perahu itu dikirim ke bawean tidak ada asas mamfaatnya untuk pengembangan pariwisata di bawean karena hanya ditidurkan.

“Ini sangat  lucu tak ubahnya UPT Pariwisata Bawean seolah olah hanya dijadikan penitipan bantuan yang  gak jelas manfaatnya,” tegas Dari. 

Pihaknya  akan tetap melakukan investigasi lanjut sampai ada titik terang atas keberadaan perahu yang  mangkrak di kantor UPT  Pariwisata bawean tersebut.  “Saya masih mencurigai jangan-jangan keberadaan perahu tersebut menimbulkan masalah,” tandasnya. 

Sementara, Kepala UPT Kawasan Wisata Bawean Imran Rasyidi membenarkan tentang keberadaan perahu yang tidak digunakan. “Mau disimpan di Laut juga akan rusak, ya disimpan di sekitar  kantor saja biar aman,” katanya.

Perahu yang direncanakan untuk penyebrangan Sangkapura - Gili itu hanya nyaris tidak digunakan sekali. “Rencana dulu mau buat penyebarangan ke Pulau Gili, kalau ada rombongan pejabat dari Pemerintah tapi ya tidak jadi,” jelasnya.

Pihaknya selama ini melakukan pengajuan kapal  transportasi tersebut. Yang dianggarkan oleh Disparbud Kabupaten Gresik. 

“Untuk anggarannya dari pihak Disparbud yang tau,” tutup dia. (ris)

Editor :