KLIKJATIM.Com | Gresik--Polres Gresik membongkar praktik prostitusi online di Kota Santri. Dari hasil pengungkapan bisnis lendir tersebut, tiga perempuan janda yang dijajakan mucikari dihargai Rp 300 ribu sekali kencan.
Tiga perempuan janda itu usianya antara 30 tahun sampai 36 tahun. Ketiganya diketahui berasal dari Gresik. Ketiganya dijajakan pasangan suami-istri BS (40) seorang laki-laki dan AS (39) seorang perempuan yang tinggal di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
[irp]
"Perempuan yang dijual itu dipasarkan secara online melalui WacthAap, tersangka menyimpan beberapa foto PSK," kata Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, di Mapolres Gresik, Selasa (19/11/2019).
Bisnis esek-esek ini telah dijalankan kedua tersangak satu tahun. Hasilnya, setiap bulan tersangka meraup untung jutaan rupiah dari tiga perempuan yang dijual itu.
"Setiap transaksi sekali kencan Rp 400 ribu. Yang Rp 300 ribu untuk perempuan yang dijual, Rp 100 ribu untuk tersangka," terang Kisworo.
[irp]
Kusworo menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga yang melihat rumah tersangka di sebuah perumahan di Kecamatan Menganti selalu didatangi lelaki yang dijamu perempuan. Warga pun akhirnya melaporkannya ke polisi."Jadi, di rumah tersangka sudah ada kamarnya yang khusus disediakan untuk kencan," jelasnya.
Saat digerebek pada Kamis (14/11/2019), kata Kusworo, tersangka baru saja menerima uang Rp 400 ribu dari pelanggan. Saat itu, pelanggan itu dilayani PSK berinisial ATK sekitar 15 menit di dalam kamar.
Dari pengungkapan ini polisi berhasil mengamankan barang bukti 10 tissu kering, sprei warna hijau dan dua handphone yang digunakan transaksi oleh tersangka. Akibat perbuatannya ini, tersangka diancam dengan pasal 296 dan 506 KUHP. (iz/mkr)
Editor : Redaksi