KLIKJATIM.Com | Lumajang—Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau titik-titik lokasi terdampak gempa magnitudo 6,1 yang terjadi di sejumlah daerah di Jatim. Kali ini, ia meninjau beberapa lokasi di Kab. Lumajang.
[irp]
Usai melakukan peninjauan, Khofifah meminta berbagai pihak bersinergi untuk segera melakukan percepatan penanganan dampak gempa termasuk recovery dan rekonstruksi untuk penanganan pasca gempa.
Sinergitas ini, kata dia, mencakup pemerintah provinsi, aparat TNI/Polri, Satgas Bencana BUMN, serta pemerintah daerah terdampak hingga di level desa dan kelurahan. Tentunya, dengan dukungan dari pemerintah pusat.
"Saya mohon semua membangun sinergitas untuk melakukan percepatan penangan tanggap darurat, proses recovery dan rekonstruksi. Saat ini adalah masa tanggap darurat. Setelah tanggap darurat akan dilanjutkan recovery selanjutnya rekonstruksi," ungkap Khofifah, Senin (12/4/2021).
Soal pelibatan anggota TNI dan Polri dalam proses recovery dan rekonstruksi, Khofifah menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim untuk memastikan SDM yang membantu percepatan pembangunan rumah yang terdampak.
Sesuai arahan Kepala BNPB, jika kategori rusaknya ringan sampai sedang, maka dilakukan dengan skema swakelola. "Untuk kategori rumah yang rusak berat, bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp. 50 juta, di luar biaya pembangunan. Sedangkan untuk pembenahan fasilitas umum dan fasilitas sosial akan ditangani oleh PUPR," terangnya.
Ia menambahkan, proses rekonstruksi diharapkan bisa selesai paling lama 2 bulan. Oleh karena itu, pergerakan dari seluruh SDM TNI/Polri sedang dipetakan sesuai dengan tingkat keparahan dan kerusakan masing-masing rumah. "Jadi kita berharap bersama bahwa proses rekonstruksi ini bisa selesai paling lama 2 bulan, sesuai arahan Bapak Presiden," tegasnya.
Untuk percepatan proses recovery dan rekonstruksi saat ini diperlukan langkah validasi yang cepat dan tepat untuk mengetahui berapa banyak rumah terdampak yang masuk dalam kategori ringan, sedang dan berat begitu pula fasum dan fasos.
Karenanya, ia meminta agar data tersebut bisa diumumkan atau ditempel di balai desa atau tempat yang strategis, sehingga semua warga terdampak bisa memastikan datanya tercatat dengan benar.
"Format data ini akan kita pastikan lebih detail lagi dengan validasi data, yang dikordinasikan para bupati. Dan di lini paling bawah oleh kepala desa, babinsa bhabinkamtibmas dan relawan. Termasuk teman-teman media bisa mereport jika ada yang tertinggal dalam pendataan," terangnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi munculnya cluster Covid-19 di pengungsian, Khofifah menyampaikan, bahwa pemerintah juga akan memberikan bantuan tunggu hunian, sebesar Rp. 500 ribu per bulan per rumah tangga. Diharapkan warga yang terdampak bisa menyewa rumah apakah bersama keluarga atau bersama warga. Format ini akan dipastikan lebih detail kembali dengan melakukan validasi data.
"Bantuan tunggu hunian ini agar dimanfaatkan masyarakat, sembari menunggu proses rekonstruksi rumah mereka yang roboh atau mengalami kerusakan akibat gempa. Sehingga, masyarakat tidak terus berada di pengungsian, karena meski Covid-19 ini telah melandai namun belum berhenti penyebarannya," urainya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan, sampai saat ini data kerusakan akibat gempa di Kab. Lumajang sebanyak 1.270 rumah mengalami rusak berat dan rusak ringan. Namun saat ini, fokus utamanya adalah memastikan semua kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dan ada tempat yang layak bagi mereka untuk beristirahat.
Dirinya akan melakukan langkah-langkah prioritas diantaranya mengklasifikasi kecamatan yang terdampak paling parah dan menentukan mana-mana yang harus diselesaikan hari itu juga, membuat validasi rumah yang aman dan tidak aman, dan tahap pemulihan merencanakan pembangunan kembali rumah-rumah yang roboh.
"Hari ini yang terus kita koordinasikan adalah pemenuhan kebutuhan dasar makanan kesehatan kemudian tempat istirahat yang layak," ungkap Bupati Thoriqul Haq.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Diantaranya, 500 kg beras, 60 paket lauk pauk, 240 paket tambah gizi, 50 lembar terpal, 100pcs selimut, 50 dus mie instan, 10.000pcs masker kain, 200 paket sembako.
Selain itu juga diserahkan santunan sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing ahli waris dari 5 orang yang meninggal dunia akibat musibah gempa ini. Untuk Desa tempurejo bantuan diberikan kepada Ahmad Fadholi dan Sri Yani. Sementara dari Dusun Ibu Raja Desa Kaliuling, bantuan diberikan kepada Juwanto, H. Nasar, dan P Bunanggi. (mkr)
Editor : Redaksi