KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Sehari menjelang bulan Ramadhan, harga daging ayam potong di Sidoarjo masih tinggi. Misalnya di Pasar Porong, para penjual mematok harga daging ayam di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 44 ribu. Sedangkan harga cabai rawit berkisar Rp 60 ribu.
[irp]
Nur Asmining (60), mengatakan, harga daging ayam potong naik sejak satu minggu yang lalu. "Saya menjual daging ayam potong Rp 40 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu. Naik sejak seminggu yang lalu," terang Nur.
Meskipun demikian, warga Juwet Kenongo Porong ini mengaku, dengan kenaikan ini bukan berarti keuntunganya juga ikut naik drastis. “Dari pemasoknya memang sudah mahal. Saya tidak berani ambil keuntungan banyak,” ungkapnya.
Dirinya dalam sehari rata-rata bisa menjual daging ayam sekitar 40 kg. “Hari Sabtu sampai Minggu kemarin terbantu dengan momen megengan. Sehingga saya bisa menjual lebih dari 50 kilogram,” imbuhnya.
Wulandari, pedagang daging ayam yang lain menjelaskan, harga daging ayam potong naik secara bertahap sejak seminggu lalu. Saat ini dirinya menjual daging ayam potong Rp 43 ribu per kg.
“Naiknya rata-rata ya seribu perhari,” ucapnya.
Imam (40), yang merupakan distributor ayam potong di pasar se Sidoarjo mengatakan, kenaikan harga daging ayam potong sejatinya sudah terjadi sejak dua minggu lalu. "Saat ini harga daging mencapai Rp 42 ribu per kilogramnya," kata Imam.
Menurut dia, naiknya harga tersebut karena pasokan ayam juga menyusut. "Hal ini imbas tiga bulan yang lalu. Peternakan ayam terkendala harga pakan ayam mahal dan susah didapatkan. Hal tersebut membuat peternak besar sedikit menunda usahanya," tutur Imam.
Sementara itu, untuk harga cabai rawit yang sebelumnya sangat pedas karena menyentuh angka Rp 120 ribu per kg nya sudah turun. Tutik, salah satu pedagang sayur di Pasar Porong mengaku telah menjual cabai rawit Rp 60 ribu per kg.
“Harga cabai turun bertahap di angka Rp 10 ribu,” ucap mantan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Porong ini.
Meskipun harga cabai turun, dia pun mengeluhkan sepinya pembeli. Biasanya mampu menjual cabai rawit sampai 10 kg per harinya, namun kali ini masih sedikit. “Sekarang terjual 1 kg saja sulit,” keluhnya. (nul)
Editor : Satria Nugraha