KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Hari ke 5 Diklat content creator Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) dilaksanakan pada Jumat, 09 April 2021 kemarin. 32 peserta Diklat dari berbagai daerah memulai bergabung dengan aplikasi Zoom meeting sejak pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB.
[irp]
Dalam Diklat hari ke 5 kemarin, Pemateri Agil Hari Santoso memberikan materi tentang konten viral dan konten kreatif, serta sumber untuk mendapatkan konten konten tersebut.
"Oke hari ini kita bahas konten kreatif,konten viral dan sumber yang bisa dijadikan konten," ujarnya membuka Diklat.
Agil mengatakan, konten viral adalah konten yang bersumber dari peristiwa yang sedang viral, content creator tidak latah mengabarkan keviralannya, namun harus bisa memastikan kebenaran dari kabar viral tersebut.
"Tidak serta merta ikut memberitakan keviralannya, tapi pastikan kebenaran viralanya, minimal bisa dengan menanyakan kepada pemilik akun, atau pihak lain yang kompeten," ungkap pria berkacamata ini.
Sedangkan konten kreatif merupakan pendalaman dari isu isu yang sedang viral dan dibicarakan oleh masyarakat luas.
Agil mencontohkan, akuisisi klub sepakbola Cilegon FC oleh Raffi Ahmad dengan RANS nya adalah sesuatu yang viral, maka contenct creator bisa mengulik sisi lainnya, mulai dari fashion, life style, alasan, kronologi dan human interest dan lain sebagainya.
"Untuk fashion bisa dibahas dari jerseynya, atau dari alasannya si Rafi ini membeli Cilegon FC," terangnya.
Namun pihaknya mengingatkan agar konten viral yang dibuat tetap memiliki news value yang didapatkan oleh pembaca, sehingga tidak hanya SEO friendly namun juga human friendly.
Agil memberikan beberapa pendekatan yang bisa diterapkan untuk mengukur news value sebuah artikel, yakni aktualitas artikel, kemudian ketenaran tokoh yang diangkat di dalam artikel, kedekatan wilayah dan hubungan geografis tulisan dengan pembaca juga penting diperhatikan.
Masih menurut Agil, hal lain yang tak kalah penting adalah, keunikan isu yang dibahas, konflik dan perdebatan yang menyertai, serta dampak terhadap pembaca.
"Apa gunanya hanya menang di SEO nangkring di halaman depan Google, tapi tak disukai pembaca, lama lama akan ditinggalkan juga," tegasnya.
Sedangkan untuk sejumlah sumber yang bisa dimanfaatkan oleh content creator untuk membuat artikel, bisa melalui media sosial, akun youtube milik tokoh tokoh, artikel PRMN, web asing yang tidak memiliki cabang di Indonesia, situs SEO evergreen dan cuitan tokoh populer. (ris)
Editor : Iman