KLIKJATIM.Com I Surabaya – Ekonomi warga Surabaya tidak boleh berhenti. Terus berputar meski pandemi. Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya juga menjadi bagian daripada upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.
[irp]
Menurut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pelaku UMKM diajak berkolaborasi bersama pemkot dalam berbagai kegiatan di Kota Surabaya. Misalnya meggunaan batik produksi UMKM Surabaya. "Di pemkot, Insya Allah setiap hari Kamis dan Jum'at itu batik selalu pakai produk UMKM. Dan setiap ada rapat itu kami juga makanan-makanannya pesan dari UMKM Surabaya," ungkap dia.
Di samping itu, Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, pihaknya juga melibatkan masyarakat dalam upaya menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya yakni melalui Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo.
"Sehingga Surabaya ini menjadi kekuatan yang hebat ketika semua stakeholder yang hadir ini menjadi bagian dari semuanya," jelas Cak Eri sapaan lekat Wali Kota Surabaya.
Kinerja pemerintah kota yang berkolaborasi dengan masyarakat ini menjadi modal penilaian verifikasi untuk Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2021. Verifikasi tahap III telah dilakukan secara virtual di ruang sidang wali kota, Balai Kota Surabaya, Selasa (6/4/2021). Hadir pula Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono serta beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemkot.
Selain itu, perwakilan dari beberapa stakeholder terkait, seperti Bank Indonesia (BI) Wilayah Jawa Timur, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, Persakmi Surabaya, Akademisi, TNI, Polri, hingga perwakilan organisasi masyarakat juga hadir dalam kegiatan penilaian ini
Adi Sutarwijono dalam kegiatan penilaian itu menyatakan, pihaknya selama ini terus memantau seluruh kegiatan pelaksanaan anggaran program-program di Pemkot Surabaya. Termasuk pula pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.
Kemudian, secara keseluruhan selama masa Covid-19, pemkot itu berhasil menggerakkan gotong-royong masyarakat. Karena jika hanya pemkot saja yang menangani Covid-19, anggaran tidak cukup. “Maka dari itu tingkat partisipasi masyarakat terus didorong untuk menangani pandemi Covid-19," kata Awi sapaan lekatnya.
Sebagai diketahui, PPD sendiri merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada provinsi, kabupaten, dan kota atas prestasinya di bidang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Kegiatan PPD ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas RI. (rtn)
Editor : Redaksi