klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

UKM Sidoarjo Naik Kelas, Tahun Ini Ditarget Sudah Bisa Ekspor Produk ke Timur Tengah dan Asia

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor. (ist)
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor. (ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Program Usaha Kecil Menengah (UKM) Naik Kelas yang digagas oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor dan Wakil Bupati (Wabup) Subandi bakal terealisasi tahun ini. Itu menyusul setelah tahapan pemberian pelatihan kepada puluhan UKM, tentang cara mengekspor produk yang sudah dihasilkan agar bisa dipasarkan ke luar negeri. 

[irp]

Untuk sasarannya adalah negara di Timur Tengah. Seperti Yaman, Turki, Mesir dan Arab Saudi. Juga beberapa negara di Asia seperti Korea Selatan, Jepang. Bahkan termasuk Eropa seperti Belanda. 

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor mengatakan, UKM di daerahnya harus bisa naik kelas dan harapannya tahun ini produk mereka sudah terkirim atau diekspor ke luar negeri. Terkait dengan segala proses perizinan, Pemkab Sidoarjo akan memberikan kemudahan dan pendampingan sampai tuntas.

Menurutnya, total ada 50 UKM naik kelas dan sudah siap mengirimkan produknya ke luar negeri. Dari jumlah tersebut, dua puluh di antaranya sudah lolos izin dan sisanya masih dalam proses.

Produk yang diekspor di antaranya jenis makanan olahan, makanan khas Sidoarjo seperti sambal udang dan olahan ikan bandeng dan juga hasil olahan kerajinan tangan atau handycraft. 

Untuk itu, Gus Muhdlor---sapaan Bupati Sidoarjo---pun meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sidoarjo, Tjarda agar all out melakukan pendampingan mulai dari proses izin sampai produknya bisa terkirim ke luar negeri.

Selanjutnya perlu diketahui, ada berbagai upaya yang dilakukan Bupati dan Wabup agar ribuan UKM di Sidoarjo naik kelas. Salah satunya memanfaatkan jaringan PCINU (Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama).

Cabang istimewa NU di luar negeri yang sudah tersebar di berbagai negara telah siap membantu memasarkan produk UKM Sidoarjo. Seperti PCINU Korea Selatan dan Jepang melalui zoom meeting sudah menyatakan siap kepada Gus Muhdlor untuk membantu memasarkan di sana.

Selain itu juga akan menyasar segmen pasar halal. Karena peluang makanan halal sangat terbuka lebar, apalagi di Korsel dan Jepang. Banyak pekerja migran dari Indonesia yang ingin menikmati makanan khas Sidoarjo. Dan, Sidoarjo akan memasok produk olahan makanan halal sebanyak-banyaknya. 

"Selama ini yang mendominasi produk halal adalah negara Malaysia. Nah, segmen pasar halal ini UKM kita harus bisa ambil bagian. Produk olahan yang dihasilkan segera kita pasarkan, kita ekspor sebanyak-banyaknya," terang Bupati Muhdlor usai membuka pelatihan ekspor kepada ratusan pelaku UKM Naik Kelas, Selasa (6/4/2021).

Selain mendorong UKM memasarkan produknya ke luar negeri, Bupati juga minta pelaku UKM bisa memanfaatkan penjualan melalui online. 

"Beberapa mal di Jakarta sudah tutup karena ada pergeseran pola belanja masyarakat melalui online. Pelaku UKM bisa mengoptimalkan penjualannya lewat pasar online," ungkapnya.

"Kami akan pastikan dari sisi perizinannya semua aman dan pelatihan jalan serta pendanaannya ready. Bunga Kurda Sayang hanya 0,25 per bulan bunganya, sangat kecil sekali. Program Kurda Sayang ini semata-mata untuk mendongkrak agar UKM Sidoarjo lebih cepat naik kelas," tambahnya. (nul)

Editor :