KLIKJATIM.Com | Jember - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember akan menutup sebanyak 40 perlintasan kereta api (KA) liar, termasuk di Probolinggo pada 2021 ini. Hingga 2020 lalu, sudah ratusan perlintasan KA liar di wilayah Daop 9 yang ditutup permanen.
[irp]
Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Broer Rizal menjelaskan, keberadaan perlintasan liar, selain membahayakan pengguna jalan yang melintas, juga sangat berbahaya bagi kereta api karena bisa membuat kereta api anjlok.
"Kereta api yang sedang melaju dengan kecepatan 60-70 km/ jam membutuhkan jarak sekitar 700 meter untuk berhenti. Sehingga bila ada pengguna jalan yang melintasi perlintasan liar KA, sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas," kata Broer Rizal.
Pada 2021 ini, imbuh Rizal, PT KAI Daop 9 Jember memprogramkan akan menutup 40 perlintasan liar di wilayahnya. “Di antara perlintasan liar itu sudah kami eksekusi dengan memasang patok, sehingga hanya orang saja yang bisa melintas,” katanya.
Sebenarnya, pembuatan jalur perlintasan baru (liar) dapat dikenai Undang-Undang 23/2007 tentang Perkeretaapian. Untuk mencegah munculnya perlintasan baru, PT KAI rutin melakukan patroli di sepanjang jalur (rel) KA.
PT KAI, kata Rizal, juga melakukan sosialisasi melalui tokoh masyarakat, ketua RT/RT di sepanjang jalur KA. Tujuannya, agar warga tidak sembarangan membuka perlintasan baru yang bisa menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.
“Kalau ditemukan perlintasan baru yang liar, petugas akan langsung menutupnya,” katanya.
Sementara itu di Kota Probolinggo terdapat sejumalah perlintasan liar. Beberapa di antaranya telah di tutup permanen seperti di Jalan KH. Mansyur, kelurahan Sukabumi, kecamatan Mayangan, dan di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran.
Berdasarkan pengamatan, Kota Probolinggo “dikepung” rel KA yang membentuk huruf “L”. Dari arah Surabaya memasuki Kota Probolinggo di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Terus lurus ke timur hingga Stasiun Probolinggo.
Dari stasiun, rel KA ke arah timur kemudian menikung ke arah selatan menuju arah Jember melalui Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Kondisi ini membuat munculnya banyak perlintasan liar KA. (hen)
Editor : Abdus Syukur
Ditindak Polisi, Penjual Miras di Terminal Trunojoyo Sampang Diamankan Polsek Kedungdung
KLIKJATIM.Com | Sampang – Polsek Kedungdung, Kabupaten Sampang, berhasil mengamankan seorang terduga penjual minuman keras (miras) di kawasan Terminal T…
Aset Vital Negara Digondol Maling, Kabel Trafo PLN di JLS Sampang Hilang 10 Meter
Sekitar 10 meter kabel trafo dilaporkan hilang setelah diduga dijarah oleh pihak tak bertanggung jawab.…
Usai Libur Nataru, MPM Honda Jatim Ajak Konsumen Cek Kondisi Motor Demi Keselamatan Berkendara
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Tingginya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir 2025 membuat sepeda motor menjadi salah satu moda t…
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton, Amankan Bahan Baku Pupuk NPK Nasional
KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat b…
TPS Tambah Ruang Terbuka Hijau hingga 3,09 Hektare, Perkuat Komitmen Pelabuhan Berkelanjutan
KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), terus menegaskan komitmennya terhadap p…
Program Apresiasi “Untukmu Konsumen Honda” Kembali Digelar di Madiun, Hadiah Utama Scoopy Menanti
KLIKJATIM.Com | Madiun – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), selaku distributor sepeda motor Honda untuk wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, k…