KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Petugas yang melakukan penggeledahan di rumah Abu Umar, mantan Kades Tenggur kecamatan Rejotangan Tulungagung pada Selasa (30/03) siang tadi mengamankan pasport atas nama N, terduga teroris yang diamankan beberapa waktu sebelumnya.
[irp]
Dikonfirmasi mengenai hal ini,Abu Umar mengakui jika menantunya pernah keluar negeri untuk bekerja sebagai TKI di Korea selama 8 tahun.
"Memang dulu pernah jadi TKI di Korea selama 8 tahun,"ujarnya.
Mantan Kades Tenggur tersebut mengungkapkan, selama ini tidak ada yang aneh dengan N, dirinya juga bersedia bersosialisasi dengan mengikuti kegiatan warga seperti kenduri dan selamatan yang diadakan oleh warga sekitar.
Abu mengaku sangat kaget dengan penangkapan yang dialami oleh menantunya, perasaannya semakin tidak karuan ketika memikirkan kedua cucunya yang ikut diamankan oleh petugas, saat menangkap N.
"Mending saya yang dibunuh saja, saya pedih,kasihan cucu saya mas,"ucapnya.
Abu menyebut, sehari hari N banyak menghabiskan waktu dengan bermain bersama anak dan keluarganya, namun ketika sore menjelang biasanya N akan mengunjungi ibunya di Kabupaten Blitar yang kini sudah cukup tua.
Untuk urusan pekerjaan, menurut Abu, selama ini N memiliki sebuah dump truck yang disewakan kepada teman bisnisnya, sehingga dari penghasilan itu dan hasil sawah di rumah orang tuanya, N menghidupi istri dan dua anaknya.
"Biasanya kalau pagi ya main sama anak anak, terus sore gitu ke Blitar,"terangnya.
Pihaknya tidak bisa memastikan kegiatan yang dilakukan menantunya tersebut di Blitar maupun kegiatan lain saat diluar rumah.
Sementara itu Kapolsek Rejotangan, AKP Heri Poerwanto yang dikonfirmasi mengakui, saat ini proses penggeledahan sudah selesai.
Tidak ada garis polisi yang dipasang di lokasi, anggotanya juga tidak ada yang disiagakan di lokasi.
"Sudah selesai mas, tidak digaris polisi, anggota juga kita tarik," pungkasnya. (bro)
Editor : Iman