KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Pengendara yang melintas di jalur Mojokerto-Gresik di Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto diminta hati-hati. Sebab, plengsengan Jembatan Ndapet di Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ambrol.
[irp]
Jembatan penghubung Mojokerto-Gresik ambrol sepanjang 15 meter dan lebar 5 meter akibat diterjang arus Sungai Kali Lamong sejak beberapa hari lalu. Untuk mengantisipasi bahaya, petugas terpaksa mamasang garis pembatas di titik longsor. Selain itu, petugas juga meminta kendaraan yang melintas untuk berhati-hati.
Ambrolnya plengsengan jembatan itu juga menyebabkan tiang penahan Penerang Jalan Umum (PJU) di sisi kiri jalan ambles dan terputus. Akibatnya, lokasi jembatan gelap jika pada malam hari.
Camat Dawarblandong Norman Handhito mengatakan, ambrolnya plengsengan itu terjadi secara bertahap. Sejak arus besar Sungai Lamong sudah terjadi titik-titik plengsengan ambrol. Norman menyebut, ambrol parah terjadi Minggu (28/3/2021) lalu. Saat itu plengsengan yang ambrol bertambah lebar hingga memakan badan jalan.
"Ambrol skala kecil-kecil sudah lama. Dua pekan lalu sudah saya laporkan PUPR. Tapi tanah yang menyangga tiang PJU amblesnya kemarin, sampai tiangnya ke arah jalan," katanya, Selasa (30/3/2021).
Pihaknya berusaha mengantisipasi tiang PJU yang menjorong ke jalan dengan menjatuhkannya ke arah sungai agar pengendara tak tersangkut dan membahayakan nyawa pelintas. "Kami udah konfirmasi PUPR juga saat itu dan akhirnya tiang didorong ke arah sungai biar gak ditabrak pengendara atau membahayakan warga yang melintas," ujarnya.
Camat Dawarblandong menambahkan, selain karena tergerus air, tekstur tanah yang rapuh juga menyebabkan plengsengan ambrol. Karena itu pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar bisa melaksanakan antisipasi dini di jalur aktif antar kota ini. "Jenis tanahnya lempung dan gerak," ujarnya. (ris)
Editor : Tsabit Mantovani