klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Rumah dan Apartemen Bebas PPN di Pakuwon Group, Harga Mulai Rp 500 Jutaan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi menunjukkan maket kawasan yang dibangun Pakuwon Group dalam pameran di Surabaya.
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi menunjukkan maket kawasan yang dibangun Pakuwon Group dalam pameran di Surabaya.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor properti mendapat sambutan baik dari pengembang di Jawa Timur. Relaksasi bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah dan apartemen baru seharga hingga Rp 2 miliar per unit dan diskon PPN sebesar 50% untuk rumah dan apartemen seharga Rp 2 miliar-Rp 5 miliar dimanfaatkan Pakuwon Group untuk menawarkan produk propertinya.

[irp]

Kelompok properti raksasa asal Surabaya ini  menyiapkan sejumlah produk properti siap huni (ready stock) senilai total Rp 2,6 triliun, baik berupa rumah tapak maupun apartemen di Surabaya dan Jakarta. Untuk proyek di Surabaya, produk-produk unggulan tersebut dipamerkan di ajang "Pakuwon Group Property Exhibition 2021" di Fashion Atrium Pakuwon Mall, pada 24-28 Maret 2021.

Di ajang tersebut, Pakuwon Group menawarkan rumah siapnhjni dengan harga mulai Rp 900 jutaan, serta apartemen siap huni mulai Rp 500 jutaan yang masuk dalam program bebas PPN.  Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengatakan, program stimulus PPN dari pemerintah ini harus bisa dimanfaatkan oleh konsumen, karena hanya berlaku pada Maret-Agustus 2021 saja.

Dijelaskan, stimulus PPN yang diberikan pemerintah ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah properti, sehingga sangat tepat dimanfaatkan konsumen. "Momentum ini jadi titik balik properti untuk bisa naik lagi. Kalau vaksinasi tuntas, pada 2022 kita akan lebih booming lagi, apalagi harga properti sudah terkoreksi turun sampai 30 persen karena pandemi, jadi ini waktu yang tepat untuk beli properti," katanya di sela Pakuwon Group Property Exhibition 2021, Rabu (24/3/2021).

Sutandi mengatakan, meskipun pandemi, penjualan rumah di awal tahun ini sudah cukup stabil setelah sempat drop di tahun lalu. Tahun lalu tren pembeli properti adalah end user, tetapi kini pembeli investor sudah mulai masuk pasar.

"Memang stimulus ini membuat investor mulai bergairah, bukan hanya dari stimulus PPN tapi juga DP yang sangat rendah bahkan cuma 0 persen, apalagi bunga KPR perbankan juga sangat murah," ungkapnya.

Sutandi menjelaskan, secara total perseroan menyiapkan rumah dan apartemen siap huni senilai Rp 2,6 triliun yang masuk program stimulus PPN. Dari jumlah itu, sebesar Rp 1,6 triliun berlokasi di Surabaya, sedangkan sisanya di Jakarta. "Dari nilai Rp 1,6 triliun yang di Surabaya, sekitar 60-70 persen berupa apartemen, sisanya landed house," jelasnya.

Dia optimistis produk-produk tersebut bisa terserap oleh konsumen, mengingat banyak kemudahan yang ditawarkan di gelaran pameran tersebut.

Finance Director Pakuwon Group, Fenny Loisa menambahkan, animo konsumen untuk memanfaatkan stimulus PPN dari pemerintah cukup tinggi. Terbukti, pihaknya sudah membukukan sejumlah penjualan sepanjang Maret 2021 ini. 

"Dari target bulan Maret ini, pada tanggal 20 kemarin sudah tercapai. Ini menunjukkan bahwa animo konsumen luar biasa," ulasnya.

Dengan kenyataan itu, Fenny optimis target penjualan perseroan tahun ini yang sebesar Rp1,4 triliun bisa tercapai bahkan terlampaui.

Sementara itu GM Marketing Pakuwon Group, Hario Utomo menambahkan, selama pameran berlangsung ditargetkan bisa mencapai penjualan Rp200 miliar. "Pameran merupakan agenda rutin kami yang dalam setahun bisa 3-4 kali pameran, dan kontribusi dari expo terhadap penjualan kita sangat besar. Diharapkan capaian selama pameran bisa lebih tinggi karena terdorong oleh stimulus pemerintah dan berbagai promosi dan diskon," ujarnya.

Selain stimulus PPN, pihaknya juga menawarkan beragam kemudahan, seperti percepatan persetujuan KPR/KPA, suku bunga kredit perbankan yang rendah, mulai 3,88%, hingga undian hadiah mobil. (ris)

Editor :