klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hadang Mobil Bupati Gresik, Ini yang Dilakukan Seorang Ibu di Depan Mapolres

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Hikmah saat menawarkan dagangannya kepada Bupati Gresik. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)
Hikmah saat menawarkan dagangannya kepada Bupati Gresik. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Seorang ibu muda yang menggendong anak balitanya nekat mencegat mobil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat keluar dari parkiran Mapolres Gresik, Senin (15/3/2021). Saat itu, Bupati hendak kembali ke kantornya usai melangsungkan apel kolaborasi melawan pandemi Covid-19 bersama Kapolres dan Dandim 0817 Gresik.

[irp]

Saat hendak masuk ke jalan utama, Hikmah, nama perempuan 36 tahun tersebut menghampiri mobil putih yang ditumpangi orang nomor satu di lingkungan Pemka Gresik. Perempuan itu langsung menawarkan keripik rempeyek dagangannya tanpa mengetahui terlebih dahulu siapa orang di dalam mobil tersebut.

Mengetahui itu, Bupati langsung meminta anak buahnya membuka kaca mobil dan memberikan dua lembar uang pecahan Rp 50 ribu kepada perempuan asal Kecamatan Kebomas tersebut. "Niki Bu, kulo tumbas, nggeh Suwon (Ini Bu, saya beli. Terima kasih," ujar Bupati Yani sambil menerima beberapa kantong keripik peyek.

Saat menerima uang, Hikmah terlihat gemetar tangannya. Sampai salah satu kantong keripik peyeknya jatuh lantaran tak menyangka, bahwa orang di dalam mobil yang dicegatnya adalah Bupati Gresik.

"Saya ndredek (gemetar), juga senang sekali bisa bertemu dengan Gus Yani (Bupati Gresik). Ini kedua saya melihat (bertemu) Gus Yani secara langsung, pertama saat beliau kampanye dulu," cerita Hikmah kepada klikjatim.com di parkiran Mapolres Gresik.

Hikmah sempat bercerita, ia mulai jualan keripik keliling sambil mengasuh anaknya sudah setahunan (sejak awal pandemi). Biasanya, dia menjajakan barang dagangannya ke kantor-kantor dan salah satunya adalah Mapolres Gresik.

"Pagi hari saya mengajak anak bungsu saya keliling berjualan keripik peyek. Saya biasa bawa 30 bungkus, harga per bungkusnya Rp 6 ribu. Alhamdulillah pagi ini saya senang sekali karena peyek saya dibeli Gus Yani Rp 100 ribu," ungkapnya.

Ibu rumah tangga dengan empat anak ini mengungkapkan berjualan keripik peyek untuk menambah penghasilan rumah tangganya. Salah satunya untuk biaya sekolah anak-anaknya.

"Anak saya mau lulus SMP tahun ini, saya dan suami bertekad bisa melanjutkan sekolah anak sulung saya di pesantren agar mendapat pelajaran agama yang lebih baik. Karena itu saya berjualan agar punya biaya yang cukup untuk mendaftarkan anak saya di pesantren," tukasnya. (nul)

Editor :