KLIKJATIM.Com | Gresik— Memasuki musim panen raya, harga padi di Gresik terpantau stabil, namun di beberapa kecamatan ditemukan terjadi penurunan harga bahkan dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang diatur dalam Permendag 24 tahun 2020.
[irp]
Seperti terjadi di Kecamatan Balongpanggang, harga jual gabah kering panen (GKP) hanya di kisaran 3.700-3.800/kg sedangkan HPP untuk jenis GKP sebesar 4.200/kg.
"Ini memukul kami, untuk menutup biaya produksi saya tidak cukup. Seyogyanya bisa naik," tutur Suroso salah satu petani Balongpanggang.
Namun demikian, di beberapa kecamatan lain harga gabah kering panen di tingkat petani masih stabil, di kecamatan Dukun GKP tingkat petani masih dihargai 4.300/kg.
"Tapi ini termasuk turun, sebelumnya (musim panen sebelumnya) 4.800/kg," Ungkap Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktak) Desa Babasari, Kecamatan Dukun, Giatno.
Sementara itu, Kepala Bulog Subdrive Surabaya Utara (Gresik-Surabaya-Sidoarjo) K Anung menuturkan bila pihaknya siap menyerap hasil panen petani di Gresik untuk menjaga harga agar petani tidak merugi.
"Bulog siap menyerap gabah dengan harga dan spek sesuai yg diatur permendag," tuturnya kepada Klikjatim.com usai kedatangan menteri pertanian ke Gresik.
Menurutnya, hasil pantauannya di awal musim panen raya ini, harga gabah di tingkat petani masih normal, dala pengertian tidak dibawah HPP.
"Beberapa hari lalu kami turun di kecamatan cerme, harga masih normal. Kami turunkan satker kesana mas," bebernya.
Dalam melakukan penyerapan gabah hasil panen, Bulog berpegang pada Permendag 24/2020, dimana didalamnya mengatur spesifikasi gabah yang boleh diserap Bulog dengan harga acuan HPP.
"Speknya harus sesuai, (GKP) hampanya (padi ompong) maksimal 10 persen, kadar airnya maksimal 25 persen, kalau gabah kering giling (GKG), kadar airnya tidak lebih dari 14�n hampanya maksimal tiga persen," terangnya.
Menurut Anung, banyak faktor yang mempengaruhi harga padi saat musim panen. Diantaranya banyaknya tengkulak yang main.
"Ada juga yang sistem ijon itu, meminjami uang kepada petani untuk modal tanam, jualnya harus ke yang minjami dg harga sesuai keinginannya," ceritanya. (bro)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Pos Polisi Ahmad Yani Surabaya Dilempar Molotov, Nyaris Terbakar
os Polisi Lalu Lintas di Jalan Ahmad Yani, Margorejo, Surabaya, diduga menjadi sasaran pelemparan botol berapi oleh seorang pengendara sepeda motor pada Sabtu…
BEM UQ Gresik Bahas Makna Kemerdekaan dan Persoalan Kerakyatan dalam Dialog Publik
KLIKJATIM.Com | Gresik — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Qomaruddin (BEM UQ) Kabinet R…
Gempa Flores, Pertamina Patra Niaga Pastikan Bantuan Kemanusiaan dan Energi Tetap Mengalir
magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8) memunculkan kebutuhan, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus…
Rayakan HUT RI, Naik Trans Jatim Gratis Seharian pada 17 Agustus
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Masyarakat Jawa Timur bisa menikmati layanan Trans Jatim tanpa dipungut biaya pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik I…
Sinergi Vokasi Hadirkan Manfaat Bagi Penyandang Disabilitas di Bojonegoro
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) bersama SMK Negeri 3 Bojonegoro memadukan pembelajaran vokasi dengan kepedulian sosial …
TPS Perluas Rehabilitasi Pesisir Surabaya, 3.000 Bibit Mangrove Ditanam di Tambak Sarioso
KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperluas kontribusinya dalam menjaga ekosistem pesisir melalui program lingkungan “Donasi Oks…