klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Soal Covid-19, Pemkot Surabaya Dapat Bantuan Alat Canggih yang Didatangkan dari Cina

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Penyerahan dua unit mesin ekstraksi zybio komplit dengan reagennya yang diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (ist)
Penyerahan dua unit mesin ekstraksi zybio komplit dengan reagennya yang diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Perhatian dan kepedulian warga dalam bergotong-royong menangani persoalan Covid-19 memang tidak pernah ada habisnya. Buktinya hingga hari ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih menerima bantuan dari berbagai pihak. Yang terbaru, bantuan datang dari PT Dian Maharani berupa dua unit mesin ekstraksi zybio komplit dengan reagennya.

[irp]

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, dua alat canggih ini akan sangat membantu Pemkot Surabaya dalam memutus penyebaran Covid-19. Nantinya mesin ekstraksi ini akan diletakkan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang dikelola oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Warga juga akan semakin cepat mengetahui hasil tes swab mereka. Alat ini dalam sembilan menit saja, bisa menghasilkan 32 spesimen,” kata Cak Eri sapaan akrabnya, seusai menerima bantuan di halaman balai kota, Rabu (10/3/2021) sore.

Dia berharap, dari alat yang diberikan ini semakin memperbanyak upaya tracing yang dilakukan. Hal ini penting dilakukan untuk mendeteksi dini kontak erat pasien yang terpapar wabah global tersebut.

Tidak hanya itu. Wali Kota Eri Cahyadi pun semakin optimis atas dukungan dan kebersamaan masyarakat, Kota Pahlawan akan segera menuju zona kuning, kemudian hijau secepatnya.

“Ini menambah optimis Kota Surabaya untuk semakin banyak melakukan tracing menuju zona kuning, kemudian hijau,” tegasnya.

Sementara itu Komisaris PT Dian Maharani, Janto Sitohang mengatakan, dua alat ini didatangkan khusus dari Cina dengan total nominal sekitar Rp 400 juta. Dia juga menjelaskan, ekstraksi ini dapat bekerja delapan jam sehari.

“Jadi cara kerjanya dua jam beroprasi dan satu jam istirahat begitu seterusnya,” kata Janto Sitohang.

Dia berharap, alat ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh petugas laboratorium demi keamanan dan keselamatan warga. “Nanti jika dibutuhkan, kami akan bantu lagi,” pungkasnya. (nul)

Editor :