KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor sangat optimis bahwa daerah yang sedang dipimpinnya ini menjadi jujugan investor. Sebab ada potensi besar yang dimiliki Sidoarjo. Seperti akses bandara internasional Juanda, terminal Purabaya yang menghubungkan antar kota dan provinsi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, serta beberapa potensi lainnya.
[irp]
Apalagi Pemkab Sidoarjo memberikan kemudahan layanan perizinan, sehingga peluang usaha di Sidoarjo pun terbuka lebar. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Muhdlor, usai mengikuti rapat paripurna di DPRD dalam agenda serah terima jabatan (Sertijab) dari Pj Bupati Hudiyono kepada Bupati yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (1/3/2021).
"Bagaimana kemudian perizinannya dipermudah. Kedua, kita punya potensi yang lain, kita dekat dengan epicentrum yakni Surabaya. Kemudian kita punya IPM yang bagus. Jarak dengan ibu kota provinsi dekat, kita punya bandara dengan traffic sepuluh juta penumpang per tahun," terang Bupati Muhdlor.
Karena itu, kebijakan dan langkah-langkah yang akan mempermudah aturan perizinan usaha di Sidoarjo sangat perlu. Sehingga harapannya investor akan melirik Sidoarjo. "Potensi-potensi ini yang harus digalakkan. Harapannya apa? Industri di sini masih betah, karena punya potensi yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Cuma memang, UMK ini yang menjadi alasan kenapa beliau (sebagian pengusaha, red) terbang atau pindah ke daerah lain," urainya.
Dan pihaknya mengaku akan lebih intensif komunikasi dengan para pengusaha. "Tidak harus formal, informal saja. Kita ini kekeluargaan, bagaimana kemudian enaknya. Bagaimana kemudian masyarakat Sidoarjo ini mendapatkan buah dari pembangunan yang ada di Sidoarjo," jelasnya.
Selanjutnya untuk mengatasi pengangguran akibat pandemi Covid-19, Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini akan memperkuat dan mengembangkan potensi UMKM yang sudah ada. Karena dinilai penting dan Sidoarjo juga sudah dikenal sebagai kota UMKM, sehingga harus didorong lebih maksimal.
Sementara itu Gubernur Khofifah berpesan kepada Bupati Sidoarjo agar mempertahankan industri yang sudah ada. Jangan sampai para pengusaha pindah ke luar Sidoarjo. Termasuk juga diimbau untuk menggali potensi UMKM, sehingga nantinya diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru.
"Salah satu tugas Bupati dan Wakil Bupati yang baru sertijab hari ini, agar mengkomunikasikan kembali kepada para pengusaha. Karena industri di Sidoarjo ini menopang PDRB Jatim sampai 30 persen dan terbanyak ada di Sidoarjo. Oleh karena itu, saya menyampaikan kepercayaan investor di Sidoarjo sangat tinggi, apakah itu PMA atau PMDN," ujar Khofifah.
"Mengkomunikasikan dan mencari formula memberikan ruang kepada para investor agar tetap berinvestasi di Sidoarjo. Para pengusaha tetap akan melakukan bisnisnya di sini. Jadi nanti para pekerja, para buruh juga akan mendapatkan upah yang layak. Ini harus dicari titik-titik komprominya," tandas Gubernur Jatim. (nul)
Editor : Catur Rini