KLIKJATIM.Com | Surabaya - Dirjen Otonomi Daerah (Otda) menginstruksikan dan menyepakati format baku yang akan dipakai dalam pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2020 di Jatim. Yaitu melalui konsep hybrid.
[irp]
Artinya, pihak diperbolehkan hadir mengikuti pelantikan secara langsung hanya kepala dan wakil kepala daerah terpilih beserta pasangan. Sedangkan tamu undangan lainnya bisa mengikuti prosesi pelantikan secara virtual dari daerahnya masing-masing.
Rencananya pelantikan kepala dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2020 Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan digelar besok Jum'at (26/2/202) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. "Kami akan memastikan bahwa pelaksanaan pelantikan kepala dan wakil kepala daerah akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," ujar Khofifah, Kamis (25/2/2021).
Menurutnya, seluruh lokasi yang ada di Grahadi akan sangat steril mulai dari pintu gerbang. Selain itu juga disiapkan tim kesehatan dari RS Menur, RSUD dr Soetomo dan RS Paru yang siap melaksanakan pemeriksaan sebelum memasuki area pelantikan.
"Jika membawa surat keterangan kesehatan sendiri, maka minimal harus H-1 hasil PCR yang ditunjukkan. Jika melebihi, kami juga telah menyiapkan rapid antigen saat hari H pelantikan," tegas Khofifah.
Pemprov Jatim juga menyiapkan akomodasi berupa bus bagi kepala daerah yang akan dilantik, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Transportasi ini untuk mengantar mulai dari hotel menginap hingga ke Gedung Negara Grahadi Surabaya pada saat hari pelaksanaan pelantikan.
Sementara untuk memastikan tertibnya protokol kesehatan, Khofifah juga melarang masing-masing kepala dan wakil kepala daerah membawa massa. Karena dalam pelantikan nanti hanya akan dihadiri oleh kepala dan wakil kepala daerah terpilih saja, beserta pendamping dan 1 orang keluarga. Sedangkan untuk di luar Gedung Negara Grahadi hanya diizinkan untuk 1 orang ajudan kepala daerah dan 1 ajudan wakil kepala daerah.
"Ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan yang masih berlaku. Terlebih karena pelantikan dilakukan secara hybrid, masing-masing daerah dapat melihat melalui live streaming, termasuk pihak aparatur masing-masing daerah dapat menyaksikan melalui virtual," tandasnya.
Perlu diketahui, jika nantinya hasil swab mengatakan negatif, maka secara keseluruhan pelantikan akan dihadiri oleh seluruh kepala daerah terpilih secara langsung. Namun pihak Pemprov Jatim juga mengantisipasi, jika ada hasil Swab PCR yang positif, maka bagi kepala dan wakil kepala daerah tersebut akan dilantik di tempat yang sudah disiapkan dengan protokol kesehatan sangat ketat melalui aplikasi zoom. (nul)
Editor : Redaksi