klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemprov Jatim Siapkan 6 Paket Wisata di Wilayah Tapal Kuda

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Upacara kasada di Gunung Bromo menjadi satu dari 6 paket wisata yang ditawarkan Pemprov Jatim di wilayah Tapal Kuda.
Upacara kasada di Gunung Bromo menjadi satu dari 6 paket wisata yang ditawarkan Pemprov Jatim di wilayah Tapal Kuda.

KLIKJATIM.Com | JemberPemprov Jawa Timur melalui Bakorwil V Jember kini tengah menyusun rencana paket wisata di enam kabupaten dan satu kota di wilayah Tapal Kuda. Paket wisata yang melibatkan Kota Probolinggo, Kab Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember dan Lumajang itu bakal direalisasikan mulai tahun 2021 ini. 

[irp]

"Paket wisata ini sudah dibahas dalam tiga kali rapat koordinasi. Kali ini melakukan kunjungan untuk mengecek lokasi. Salah satunya di Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Probolinggo dan UMKM yang bisa mendukung wisata. Minggu depan, akan ada rapat yang dipimpin Kadisbudpar Jatim untuk merumuskan teknisnya (paket wisata)," kata Kepala Bakorwil V Jember, R. Tjahjo Widodo saat ditemui di MPP Kab. Probolinggo, Jumat (19/2/2021). 

Untuk Kota Probolinggo itu bisa menjadi perjalanan awal paket wisata dengan adanya Museum Rasulullah yang menyimpan benda asli peninggalan Rasulullah Muhammad SAW. Lalu lanjut ke Kabupaten Probolinggo dengan Gunung Bromo, Situbondo dengan Pasir Putih, Bondowoso dengan Blue Fire di Kawah Ijen, dan Banyuwangi dengan banyak pantai yang menarik. Lalu di Lumajang ada Air Terjun Tampak Sewu, Jember juga ada Kebun Raya Bogor mini yang kita sebut Kebun Botani dan juga ada Pantai Papua. 

Semua, kata Tjahjo, bisa menjadi paket wisata yang menarik. Bahkan dari Biro Pemerintahan Bidang Kerjasama juga akan merumuskan kerjasama enam kabupaten dan satu kota tersebut untuk menjadi satu paket wisata. "Tahun ini (Paket wisata) sudah bisa berjalan. Di awali dengan para ASN melalui survei atau kunjungan wisata sambil rapat koordinasi untuk mengisi masukan apa saja yang bisa dikembangkan," jelasnya. 

Setelah itu, lanjut dia, paket wisata itu bisa dijual oleh Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jatim. "Jika dinilai layak untuk dijual, maka kami serahkan konsep paket wisata ini pada ASITA untuk bisa dijual pada para wisatawan dalam dan luar negeri," tuturnya. 

"Paket wisata ini kita gabungkan dan sinergikan dengan kabupaten kota. Tujuannya sesuai program Ibu Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa), Jawa Timur Bangkit di era pandemi Covid-19. Jadi kita tetap menegakkan protokol kesehatan dengan ketat. Namun juga bahwa sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat harus kita dorong terus," pungkasnya. (hen)

Editor :