klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PDIP Kabupaten Jember Pilih Oposisi Siap Kawal dan Awasi Pemerintahan Hendy-Firjaun

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pengurus PDIP Kabupaten Jember saat mengumumkan sebagai oposisi pemerintah bupati yang baru nanti.
Pengurus PDIP Kabupaten Jember saat mengumumkan sebagai oposisi pemerintah bupati yang baru nanti.

KLIKJATIM.Com | Jember - Menjelang pelantikan buparti dan wakil bupati Jember terpilih, DPC PDI Perjuangan Jember menyatakan sikap sebagai partai oposisi. Mereka menegaskan, akan bersikap kritis mengawal perjalanan pemerintahan Hendy Siswanto dan KH M Balya Firjaun Barlaman sebagai Bupati dan Wabup Jember Jember periode  2021-2024.

Kabid Pemenangan Pemilu PDI-P Jember Widarto menegaskan, sikap kritis ini dilakukan sebagaimana yang diterapkan DPP PDI-P saat mengawal pemerintahan masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2004-2014.  "Pengalaman itu akan menjadi spirit dalam menjalankan posisi yang sama di Kabupaten Jember periode 2021-2024," kata Widarto.

Ditambahkan, parpol juga memiliki peran penting untuk membangun daya kritis masyarakat yang efektif di luar pemerintahan. “Termasuk fraksi PDI-P DPRD Jember, akan bekerja dalam mekanisme checks and balance,” tutur dia.

DPC PDI-P Jember, imbuh Widarto,  akan mendukung kebijakan Bupati Jember bila berpihak untuk kepentingan rakyat kecil. Namun, akan berada di garda terdepan untuk menentang melalui mekanisme peraturan perundang-undangan jika kebijakan yang diambil merugikan rakyat.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menambahkan, persoalan birokraksi, APBD, pertanian, pendidikan, dan lainnya memerlukan daya kritis dari parpol dan DPRD Jember. Tujuannya untuk menempatkan kepentingan rakyat sebagai yang paling utama dibanding kepentingan kelompok atau pribadi.

Dia menilai, persoalan di Jember yang begitu banyak membutuhkan penanganan secara tepat. Mulai dari ketepatan data, analisis yang tepat, serta kebijakan yang berpihak pada masyarakat. “Ini hanya bisa dilakukan jika ada peran kritis dan konsutruktif dari berbagai elemen, utamanya parpol,” papar dia.

PDI-P Juga mengingatkan agar persoalan Covid-19 menjadi perhatian utama. Namun, dengan catatan tidak sekadar menebar bansos sebagai program berbalut pencitraan. Selain itu, pria yang akrab disapa Ipung itu menambahkan, pola relasi antara Pemkab Jember dan DPRD Jember harus dibangun sesuai tugas pokok dan fungsinya.

"Yakni sesuai peraturan perundang-undangan, tetap saling menghormati, tetapi tidak menggunakan politik dagang sapi dengan pemberian bansos atas Jasmas kepada anggota DPRD Jember agar meredam daya kritisnya," ujar dia.

Terpisah, Wakil Ketua PDI-P Jember Tabroni menambahkan, pihak PDI-P Jember tetap akan mengawal APBD Jember. APBD 2021 harus segera disahkan untuk kepentingan rakyat. “Kami tetap akan kritik APBD, melakukan pengawasan bagaimana realisasinya,” tutup Tabroni. (hen)

Editor :