klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Vaksinasi di Bangkalan Terus Berjalan, Gubernur Khofifah Pantau Langsung

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di RSUD Bangkalan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di RSUD Bangkalan

KLIKJATIM.Com | Bangkalan - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memantau langsung vaksinasi yang direalisasikan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

[irp]

Kedatangan orang nomor satu di Jatim itu, menerima laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Sudiyo terkait vaksinasi di Madura ujung barat.

Pria asal Blega itu menjelaskan, vaksin diterimanya pada tanggal (26/01/2021) dini hari. Menurutnya Bangkalan sudah melakukan aksi dengan pencanangan kepada Bapak Bupati beserta jajaran forkopimda serta tokoh masyarakat keesokan harinya, hari Rabu tanggal 27 Januari.

Kemudian dilanjutkan aksi terhadap seluruh tenaga kesehatan selama tiga hari Kamis, Jumat, dan Sabtu sebanyak sasaran yang dimiliki adalah 3753.

“Sampai saat ini yang kami terima adalah 6320, kemudian capaian vaksinasi sampai dengan hari kemarin adalah 2691, yang tunda sebanyak 91 kemudian yang batal sebanyak 971. Secara Persentase real dari catatan Dinkes adalah 85% sehingga masih ada sisa tenaga kesehatan yang belum tervaksinasi sebanyak 469," ujarnya di hadapan Gubernur saat di RSUD Syamrabu Bangkalan, Senin (08/02/2021).

Lanjut pria itu, hari ini pihaknya masih melanjutkan rangkaian kegiatan pemberian vaksinasi tahap pertama yaitu di rumah sakit Syamrabu sebanyak 100 sasaran dilanjut bersamaan dengan itu di Puskesmas Kabupaten Bangkalan/kota sebanyak 50 sasaran. Jadi ketika itu terealisasi maka sisa 219 sasaran.

“Itu nanti akan kami optimalkan di dalam dua hari kedepan saya akan kami maksimalkan untuk semua sasaran akan tervaksinasi tenaga kesehatan tahap satu,” imbuhnya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat umum saat ini pihak Dinkes hanya memiliki 121 vaksinator, kemudian tenaga screening sebanyak 99 dan petugas lainnya sebanyak 178, sehingga total ada 398 tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan vaksinasi.

Jumlah ini sangat kurang dan tentu sangat tidak efektif jika melakukan pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat umum, oleh sebab itu pihaknya akan menambah jumlah vaksinator sesuai dengan jumlah sasaran yang ada.

“Harapan kami untuk pelaksanaan pendataan biarkan kami dinas kesehatan, Puskesmas fokus kepada tupoksi kami yaitu pelaksana vaksinasi. Sedangkan pendataan sasaran harapan kami bisa melibatkan lembaga-lembaga yang lain sehingga kami bisa fokus untuk kegiatan pelayanan itu,” tutupnya.

Menanggapi hal itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa vaksinasi atau penyuntikan dosis pertama yang sudah dimulai tanggal Januari 28 tahun 2021, sehingga pada tanggal 10 Februari 2021 sudah ada yang masuk pada suntikan dosis kedua.

“Kalau sekarang masih tersisa 469 yang belum divaksinasi, dan hari ini di RSUD ini ada 100 yang akan di vaksinasi kemudian di Puskesmas kota ada 50, jadi total 150 kita masih butuh waktu 2 hari lagi untuk bisa menuntaskan di dosis pertama setelah itu memang sudah harus masuk pada dosis kedua,” ujarnya Senin (08/02/2021).

Lanjut Khofifah Indar Parawansa bahwa kedatangannya ke Madura ujung barat untuk memastikan bahwa semua sudah berjalan sesuai rencana walaupun terlambat satu hari.

“Jadi tadi pagi para komandan komandan pelayanan kesehatan Pemprov ini baru selesai koordinasi bersama Pak Mendagri, kita berusaha memaksimalkan untuk masuk pada tahapan berikutnya,” imbuhnya.

Lanjut perempuan itu, bahwa tinggal dua hari lagi untuk masuk pada dosis kedua ditahap pertama, berarti untuk masuk pada tahap kedua gubernur Jawa timur meminta terhadap kadinkes untuk mengdentifikasi tim yang akan menyiapkan data sesuai dengan peruntukan prioritas.

Dan pihaknya sudah melakukan perhitungan bagi yang menjadi prioritas diantaranya pedagang di pasar tradisional, guru, TNI, Polri dan para jurnalis karena jurnalis ini juga beresiko tinggi. Karena menurutnya, dari masing-masing yang sudah disebutkan itu akan menjadi prioritas. 

“Proses tahap kedua Pak Bupati bisa sesegera mungkin disiapkan datanya, sehingga vaksin datang dosis kedua selesai langsung bisa masuk pada tahap kedua,”tandasnya saat memberikan sambutan. (bro)

Editor :