klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gunung Raung Terus Hembuskan Abu Vulkanik, Warga Diminta Waspada Gangguan Pernafasan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Terkait sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Raung, Pemkab Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Bila terpaksa keluar rumah, diimbau tegas untuk mengenakan masker dan penutup wajah.

[irp]

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono mengatakan, debu vulkanis membawa berbagai material yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Debu tersebut mengandung sejumlah partikel seperti silika, kalium, natrium, besi, serta nikel. Secara kasar, abu vulkanik itu seperti abu semen, berupa batuan kecil dan halus yang terlempar ke atas saat terjadi erupsi gunung api.

“Material ini jika terpapar ke tubuh manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), sakit tenggorokan, iritasi mata, hingga luka pada kornea, inilah yang berbahaya. Kalau masuk ke mata kita, dan mengenai kornea, bisa menimbulkan luka goresan di kornea kita" ujar Rio

"Ini bisa menyebabkan penglihatan kabur, oleh karenanya, bila terlanjur abu vulkanik masuk ke mata, jangan langsung dikucek. Tapi, langsung bersihkan dengan air yang mengalir. Kalau memungkinkan dengan boor water,” tambah Rio

Bahaya lainnya adalah gangguan pernafasan – ISPA. Menghirup abu vulkanik dapat merusak kesehatan manusia, karena aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru. Gejala pernapasan (jangka pendek) yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan/batuk, sesak napas, hingga asma bisa kambuh

“ISPA ini yang biasanya banyak ditemui saat terjadi erupsi gunung. Bila mengalami sesak nafas, segera ke layanan kesehatan terdekat. Agar segera mendapat pertolongan awal,” jelas Rio.

Atas dasar itulah, Rio mengimbau masyarakat Banyuwangi tetap berada di dalam rumah untuk mengurangi resiko terpapar debu vulkanis letusan Gunung Raung yang kini kian meluas penyebarannya. Kalau memang harus beraktivitas, diimbau untuk mengenakan masker dan pelindung muka, seperti faceshield.

Sementara itu, berdasar pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi sebaran abu vulkanik jika dilihat dari prakiraan sebaran abu vulkanik yaitu VAAC (Volcanic Ash Advisory Center) Darwin,  tinggi abu vulkanik Gunung Raung pada Senin pagi (8/2) mencapai 18.000 kaki atau 6 km dari permukaan laut.

“Persebaran abu vulkanik diprakirakan mengarah ke sejumlah kecamatan di Banyuwangi. Seperti Songgon, Licin, Kalipuro, Giri, hingga Banyuwangi kota. Kami menghimbau agar masyarakat memakai masker dan pelindung mata jika beraktivitas di luar rumah,” kata Ibnu Haryo, prakirawan pada BKMG Banyuwangi.

Ibnu juga menambahkan, pada Senin ini secara umum wilayah Banyuwangi terpantau berawan. Namun pada siang hingga malam berpotensi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada terhadap angin kencang beberapa hari kedepan. (bro)

Editor :