klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pupuk 1.600 Ton Hampir Saja Tenggelam di Laut Gresik Akibat Lambung Kapal Pecah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik--Kapal Motor (KM) Cantika Persada kandas dan hampir tenggelam di perairan Pelabuhan Petrokimia Gresik. Kapal muatan pupuk tujuan Kalimantan itu membawa muatan pupuk 1.600 ton.

[irp]

Petugas gabungan dari Satpolairud, KPLP Gresik, beserta KSOP Gresik langsung mendatangi lokasi kejadian dan membawa selamat 16 crew kapal. Beruntung crew kapal bisa diselamatkan dan pupuk seberat 1.600 ton juga berhasil diamankan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, Sabtu (30/1 /2021) KM Cantika Persada hampir tenggelam, dan miring ke dasar lau. di Area Rede Perairan Gresik 1 mil dari Pelabuhan Petrokimia Gresik Alur Pelayaran Barat Surabaya.

Kasatpolaairud Polres Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan, KM Cantika Persada sedang berlabuh di area rede perairan Gresik usai muat pupuk 1.600 ton di pelabuhan PT Petrokimia Gresik. Saat kapal berlabuh tiba-tiba kapal larut akibat kencangnya arus laut dari selatan ke utara.

“Sehingga kapal membentur haluan kapal lain yang berlabuh dan mengakibatkan lambung kiri kapal mengalami robek dan selanjutnya bocor di haluan kiri kapal sehingga air masuk dan kapal mengalami kemiringan 40 derajat,” ungkap Masyhur.

Dikatakan, sebelum kapal miring tenggelam semua crew kapal dievakuasi oleh TB. Pandu Jaya Perkasa yang berlabuh didekat kapal tersebut.

“Kemudian Polairud Gresik, Patroli AL dan KPLP serta Syahbandar Gresik, semua crew kapal sebanyak 16 orang, crew tersebut dievakuasi ke darat menuju Pelabuhan Gresik dalam keadaan selamat. Dan estimasi kerugian materil 1.600 ton pupuk belum ditfasirkan kerugiannya,” papar Masyhur.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Perwira Jaga KSOP Gresik Hendro Cahyono mengatakan, 16 ABK sudah diselematkan, dan untuk kerugian kemungkinan muatan sebagian rusak.

“Kapal tujuan ke Kalimantan Pontianak, berlabuh dulu menunggu cuaca baik, jangkar lepas dan kapal miring akibat gelombang tinggi dan angin kencang,” jelas Hendro. (mkr)

Editor :