klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dukun Palsu Ngaku Kiai Banyuwangi, Tipu Korbannya Ratusan Juta

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sulaiman, dukun palsu warga Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi saat diamankan di Mapolsek Srono
Sulaiman, dukun palsu warga Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi saat diamankan di Mapolsek Srono

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Polresta Banyuwangi mengamankan seorang dukun palsu yang mengaku kiai ahli pengobatan.   Sulaiman alias H. Fauzi ditangkap di rumahnya di  Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi setelah polisi menerima laporan dari korban seorang perempuan asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono. 

[irp]

Dari tangan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya diminta pelaku Rp 600 ribu, sepeda motor PCX warna putih, 2 bungkus plastik kecil berisi bedak lulur dan parfum Al-Hajar.  Pelaku saat ini ditahan di Mapolresta Banyuwangi untuk mempertanggungjawankan perbuatannya yang melanggar Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun.  

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin menjelaskan, kasus penipuan ini bermula saat pelaku bertamu ke rumah korban untuk meminta sumbangan pembangunan masjid. Saat itu pelaku melihat suami korban tengah terbaring sakit akibat serangan stroke. 

Selanjutnya pelaku menebar aksi tipu-tipu dengan mengaku punya orang kenalan seorang kiai di Bondowoso yang bisa menyembuhkan penyakit suaminya.  Untuk penyembuhan, pelaku meminta sejumlah uang yang cukup besar kepada korban.

“Jadi pelaku bercerita kepada korban jika ada Kyai yang bisa menyembuhkan penyakit dengan mahar tertentu. Korban kemudian tergiur dan memberikan uang DP,” ungkap Kapolresta Arman.

Untuk pendaftaran pengobatan awal, korban menyerahkan uang sejumlah Rp 6 juta. Selanjutnya biaya selamatan sebesar Rp 5 juta dan membeli minyak urut Rp 10 juta. Biaya proses penyembuhan terus diminta secara bertahap hingga mencapai angka Rp 104 juta. 

“Korban menuruti permintaan pelaku, karena pelaku mengatakan jika tak dituruti, maka akan berakibat fatal terhadap suami korban,” jelas Kapolresta. 

Korbab mulai curiga karena setelah sekian lama menjalani pengobatan, tidak ada perubahan berarti pada kondisi suaminya. Akhirnya, korban melakukan kroscek ke Bondowoso untuk mencari keberadaan kiai yang dimaksud pelaku.

Namun korban terkejut ketika tahu bahwa kiai yang diklaim oleh pelaku bisa menyembuhkan penyakit suaminya tersebut ternyata sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. “Setelah di cek, ternyata Kyai di Bondowoso itu tidak ada dan sudah meninggal beberapa tahun lalu,” beber Kapolresta Banyuwangi. (hen)

Editor :