klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dua Bocah Asal Karangrejo Manyar Ditemukan Kedinginan di Tengah Hujan Deras

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Anak beserta orang tuanya saat datang ke Mapolsek Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.(Faiz/klikjatim.com)
Anak beserta orang tuanya saat datang ke Mapolsek Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.(Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Muhammad Ali Syarifudin (7) dan Soni (4) asal Dusun Nambi, Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Gresik sempat dikabarkan hilang, Selasa (26/1/2021) sore. Beruntung dua bocah yang masih sepupu itu ditemukan pengendara motor sedang kedinginan kehujanan di pinggir jalan.

[irp]

Ya, dua bocah itu diantarkaan ke Polsek Manyar oleh Ali Arif (52) asal Desa Sumari,Kecamatan Duduksampean. Arif mengetahui dua bocah itu menuntun sepeda angin saat hujan deras. Kemudian berteduh.

Melihat dua bocah kedinginan, Arif lalu teringat anaknya dan menghampirinya. Kepada dua bocah itu, Arif menanyakan alamat asal. Setelah diketahui dua bocah itu asal Dusun Nambi, Desa Karangrejo, Arif lalu mengantarkannya ke Polsek Manyar.

Respon cepat, begitu diketahui kedua anak ini warga Desa Karangrejo. Bhabinkamtibmas Desa Karangrejo Bripka Arief Tri memilih bergerak cepat berkoordinasi dengan perangkat desa untuk segera menghubungi orang tua si anak.

Sekira pukul 19.00 WIB Nuroh didampingi Kepala Dusun Nambi datang ke Polsek Manyar. Alhamdulillah Ibu dan anak ini dapat bertemu kembali.

“Iya Pak, tadi memang pamit pergi ke tambak. Saya kira tambak di dekat rumah, tak taunya ke tambak tempat kakeknya bekerja. Dan lokasinya itu jauh dibelakang Maspion sana Pak. Memang sering anak dan keponakan saya ini diajak Kakek ke Tambak nya,” ungkap Nuroh tak kuasa menahan linangan air mata.

Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana menuturkan, kepada orang tua agar jangan teledor dalam mengawasi anak, apalagi masih dibawah umur. 

“Kami mengapresiasi warga masyarakat yang telah peka dan peduli akan keadaan disekitar. Dengan begitu setiap hal yang berpotensi terjadi gangguan keamanan dapat diminimalisir dengan kepedulian masyarakat dan komunikasi dengan Kepolisian,” tuturnya. 

Diketahui, Alif bersama Soni sekitar pukul 16.30 WIB pamit kepada Saudatun Nuroh Ibu kandung Alif pergi ke tambak. Namun, hingga petang Adzan Maghrib berkumandang kedua anak ini tak kunjung pulang. Sontak, hal ini membuat resah bercampur khawatir Nuroh. Sembari berdoa keselamatan buah hatinya, Ibu ini bertanya kesana-kemari perihal keberadaan anak dan keponakannya tersebut. Bertambah gelisah, tetangga pun tidak ada yang tahu keberadaannya. (mkr)

Editor :