klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kereta Isolasi INKA Siap, Maidi Bakal Sediakan Nakes Serta Sarpras

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kereta isolasi mandiri
Kereta isolasi mandiri

KLIKJATIM.Com I Madiun - Pemerintah Kota Madiun segera menyiapkan tenaga kesehatan (nakes), sarana, dan prasarana lainnya untuk menunjang operasional kereta medis darurat “Emergency Medical Train” (EMT) buatan PT Industri Kereta Api (INKA). Tempat darurat ini akan segera digunakan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19 di wilayah setempat.

[irp]

“Kami sudah koordinasikan dengan RSUD dr Soedono Madiun. Akan ada 20 perawat dan enam dokter yang bertugas di EMT,” kata Wali Kota Madiun seperti dikutip dari laman Antaranews, Selasa (26/1/2021).

Ditambahkan, EMT tersebut dalam waktu dekat akan segera dioperasikan. Jika tidak ada halangan, kereta khusus isolasi pasien Covid-19 itu akan mulai digunakan pada 28 Januari 2021. EMT akan digunakan sebagai ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan. Terkait prosedur isolasi, Pemkot Madiun akan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dari pemerintah pusat ataupun Provinsi Jawa Timur.

Penggunaan EMT sebagai ruang isolasi dilatarbelakangi terbatasnya ketersediaan ruang isolasi sejumlah rumah sakit rujukan saat ini seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Kota Madiun dan sekitarnya.

Adapun EMT terdiri atas tiga “trainset” atau rangkaian dengan total masing-masing 24 gerbong. Rinciannya, 18 gerbong untuk pasien dan enam gerbong lainnya untuk tenaga medis dan kesehatan. Kereta khusus ini mampu menampung hingga 252 pasien dan 72 medis.

Selain itu kereta juga dilengkapi fasilitas kesehatan. Mulai lemari penyimpanan obat, lemari pendingin, alat bantu pernafasan lengkap dengan oksigennya, dan lain sebagainya yang mendukung penanganan isolasi kasus Covid-19.

Meski begitu, Maidi berharap kereta medis darurat itu tidak sampai digunakan. Sebab, diharapkan penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Madiun dapat ditekan. Karena itu, ia meminta peran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya membenarkan kasus konfirmasi baru di Kota Madiun terus meningkat hingga menjadikan daerah tersebut berstatus zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jatim.

Jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Madiun hingga Senin (25/1/2021) telah mencapai 951 orang. Dari jumlah tersebut 602 orang sembuh, 83 orang masih dalam perawatan, 204 orang isolasi mandiri, dan 62 orang meninggal dunia. Kota Madiun saat ini masuk kategori zona merah dengan tingkat kesembuhan mencapai 63,30 persen. (bro)

Editor :