klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Soal Limbah Merasa Dikibuli, Warga dari Lima Desa Demonstrasi Tutup Akses Jalan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Massa aksi nampak menutup total akses jalan sambil membawa keranda mayat dan membakar ban di tengah jalan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)
Massa aksi nampak menutup total akses jalan sambil membawa keranda mayat dan membakar ban di tengah jalan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com ǀ Pasuruan – Batas kesabaran warga terhadap dugaan pencemaran limbah cair di sungai yang sudah lama terpendam akhirnya habis. Warga yang berasal dari lima desa di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, telah meluapkan rasa emosinya dengan menggelar demonstrasi di Jalan Raya Desa Baujeng, Kecamatan setempat, Senin (7/10/2019).

Pantauan di lapangan, massa menutup akses Jalan Raya menuju Kecamatan Pandaan. Selain berorasi, warga juga membakar ban bekas.

Demonstrasi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap tiga perusahaan. Antara lainnya PT CS 2, Pabrik jely dan pabrik kopi.

[irp]

Massa pun menutut kepada tiga perusahaan yang diduga sebagai pembuang limbah cair sembarangan untuk menutup salurannya (limbah) ke sungai. "Kami sudah belasan tahun hidup berdampingan dengan limbah cair yang diduga dibuang sembarang oleh perusahaan ke sungai," kata Hamzah, salah seorang pendemo.

Selain itu, pihaknya juga mengaku telah merasakan ada bau busuk dari pembuangan limbah makanan sehari-hari.

"Wes kaet biyen perusahaan janji tok (sudah dari dulu perusahaan hanya janji). Buktinya tidak pernah terealisasi sampai sekarang," imbuhnya.

Katanya, warga dari lima desa meliputi warga Baujeng, Gungsari, Kenep, Sidowayah dan Ngembe sudah menyatakan tidak percaya lagi dengan para pihak terkait. "Kami sudah tidak percaya sama Dewan, Muspika, dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Berkali-kali audensi tapi tidak ada kepastian. Untuk itu kami minta jaminan," tegas Hamzah.

[irp]

Hal senada juga ditegaskan oleh Supri, warga Desa Baujeng. Menurut dia, warga sudah kesal dengan janji-janji palsu terkait penyelesaian masalah limbah tersebut.

"Makanya kami minta jaminan agar persoalan bau busuk akibat limbah bisa terselesaikan. Intinya berhenti membuang limbah ke sungai," pungkasnya. (dik/roh)

Editor :